Putusan MA Suket Gibran Tidak Sah, Roy Suryo: Bubarkan Saja Jabatan Wapres Hingga 2029 Demi Selamatkan Marwah Negara!

RAKYATDAILY.COM — Pakar telematika Roy Suryo melontarkan gagasan kontroversial terkait konstelasi kepemimpinan nasional.

Secara gamblang, Roy menyatakan lebih memilih Indonesia berjalan tanpa kehadiran Wakil Presiden hingga akhir masa jabatan pada 2029 mendatang.

Ketika ditanya mengenai sikapnya terhadap keberadaan posisi orang nomor dua di Republik saat ini, Roy memberikan jawaban tegas dan singkat.

“Iya. Daripada beban. Beban untuk negara ini membiayai Wapres ini kan luar biasa,” ujar Roy.

Singgung Sejarah Era Soekarno-Hatta dan Penghematan Anggaran

Untuk memperkuat argumentasinya, Roy mengingatkan sejarah panjang bangsa Indonesia yang pernah melewati fase pemerintahan tanpa kursi wakil presiden usai mundurnya Mohammad Hatta pada 1957.

“Tujuh tahun kemudian tahun 57, itu Bung Hatta dengan kenegarawanannya, dengan kelogowannya mengundurkan diri. Sehingga selama 10 tahun sampai dengan tahun 67 dan di tengah-tengahnya ada peristiwa G30S/PKI, maka di ruangnya Pak Harto waktu itu hanya ada Bung Karno, ya, itu memang Indonesia tanpa Wapres. Indonesia kan pernah punya pengalaman tanpa wapres gitu loh,” paparnya.

Dari sudut pandang efisiensi keuangan negara, Roy menilai ketiadaan wapres bakal memangkas pengeluaran besar di tengah situasi perekonomian yang sedang prihatin.

Ia bahkan menyentil fasilitas Istana Wapres di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilainya membuang-buang anggaran.

“Saya juga sebenarnya sangat melihat itu wah itu apa, muspro, muspro itu enggak ada gunanya, bahkan itu mengganggu perbaikan negara, uang negara. Pasti nanti tim suksesnya malah akan banyak, malah pesta-pesta nanti di sana, ngapain juga gitu loh membiayai kegiatan yang enggak ada hubungannya. Artinya apa? Sudahlah enggak usah ada Wapres. Penghematan itu akan luar biasa bisa dilakukan di saat kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja sekarang,” cetusnya.

Redam Spekulasi Perebutan Kekuasaan

Tak hanya alasan finansial, Roy membeberkan pertimbangan politik di balik usulannya.

Menurutnya, membiarkan posisi wapres kosong hingga 2029 jauh lebih aman untuk menghalau spekulasi politik dan rasa saling curiga antar-elite partai politik.

“Supaya tidak menimbulkan syak wasangka. Daripada ramai, daripada nanti orang bicara AHY, bicara Mbak Puan, bicara Cak Imin, bicara dengan tokoh-tokoh lain,” pukas Roy menutup pandangannya.

Artikel Terkait