Blak-Blakan! Gus Yaqut Ungkap Jokowi Tak Melibatkannya Dalam Pengurusan Kuota Haji Tambahan di Arab Saudi

RAKYATDAILY.COM – Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji 2024, mantan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), mulai blak-blakan mengenai kuota haji tambahan sebanyak 20.000 itu.

Gus Yaqut mengungkap, proses pengurusan kuota haji tambahan tersebut tidak sepenuhnya menjadi sepengetahuannya.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat tidak melibatkannya dalam pengurusan kuota haji tambahan dari Arab Saudi tersebut.

Dia menyebut, pengurusan kuota haji tidak langsung diurusnya, tetapi oleh Jokowi saat masih menjabat sebagai Presiden RI.

“Yang kita dapat tambahan itu di ujung proses. Sudah mepet, sudah mendekati berakhirnya proses persiapan teknis lah. Itu di bulan Oktober 2023. Itu diterima langsung oleh Presiden kita pada waktu itu, Presiden Jokowi dari Pangeran MBS (Muhammad bin Salman),” kata Gus Yaqut dalam siniar Youtube Ruang Publik, Jumat (16/1).

Gus Yaqut malah mengungkap, Jokowi saat itu justru Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menpora, Dito Ariotedjo dalam rombongan pengurusan kuota haji tambahan tersebut.

“Nah masalahnya, ketika Presiden Jokowi menerima kuota tambahan 20.000 itu, tidak ada saya. Tidak ada saya di sana. Presiden waktu itu didampingi oleh Menteri BUMN pada waktu itu Pak Erick Thohir, kemudian Menpora Pak Dito, lalu ada Mensesneg dan Menseskab kalau saya tidak salah. Saya tidak ada di situ,” tegasnya.

Yaqut saat itu menyayangkan dirinya tidak diajak oleh Jokowi. Sebab, penyelenggaraan ibadah haji secara teknis berada di bawah Kementerian Agama.

“Maksudnya, pertimbangan secara teknisnya itu tidak tersampaikan. Nah, itu yang mau saya sampaikan. Seandainya saya ikut di situ, saya akan sampaikan kepada Presiden situasi di tahun 2023. Bahwa tambahan 20.000 itu akan sangat sulit sekali dicarikan layanan teknis yang paripurna,” cetusnya.

Karena itu, Yaqut menegaskan dirinya tidak bisa memberikan pertimbangan saat Pemerintah RI menerima kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi.

“Tetapi kan faktanya bahwa ketika Presiden Jokowi menerima tambahan kuota itu saya tidak ada di situ sehingga saya tidak bisa memberikan pertimbangan,” imbuhnya.

[FULL VIDEO]

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY