RAKYATDAILY.COM – Mantan wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) kembali dikaitkan dengan konflik Poso dan Ambon yang terjadi masa lalu.
Salah satu akun media sosial X @BosPurwa, memberikan komentarnya persoalan tragedi kelam kemanusiaan yang terjadi di Indonesia.
Lewat unggahannya itu, akun ini mengatakan adanya peran besar dari JK yang membentuk adanya perdamaian dari tragedi ini.
“Tragedi kemanusiaan pernah sampai di titik paling gelap, tp berhasil dihentikan. Perpecahan dipulihkan, luka dirajut menjadi damai. Di balik momen itu, ada peran Pak JK sebagai sosok kunci yg mengubah konflik menuju rekonsiliasi,” tulis akun tersebut.
“Poso 2000 jiwa, Ambon 5000 jiwa, Aceh 30.000 jiwa,” sebutnya.
Tragedi kemanusiaan pernah sampai di titik paling gelap, tp berhasil dihentikan. Perpecahan dipulihkan, luka dirajut menjadi damai. Di balik momen itu, ada peran Pak JK sebagai sosok kunci yg mengubah konflik menuju rekonsiliasi
Poso 2000 jiwa, Ambon 5000 jiwa, Aceh 30.000 jiwa pic.twitter.com/oYlTHB9QJN
— King Purwa (@BosPurwa) April 14, 2026
Terpisah, ada potongan video ceramah tersebut viral di media sosial saat JK menyampaikan ceramah di mesjid UGM.
Menurutnya, ketika seseorang mengambil peran untuk mendamaikan pihak-pihak yang tengah berselisih ini merupakan tindakan yang terpuji.
Bahkan ia mengutip hadis Rasulullah yang menyebutkan bahwa mendamaikan orang yang bertikai merupakan perbuatan mulia.
“Saya diminta berbicara tentang pendamaian. Ada hadist Rasulullah yang intinya begini. Rasul bertemu dengan para sahabatnya dan Rasulullah bertanya: ‘Apakah ada di antara Anda mengetahui apa amal yang lebih baik daripada salat dan puasa?’ Sahabat berjawab, ‘Tidak tahu Rasulullah.’
Rasulullah berkata, “Tindakan atau upaya yang amalnya lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah orang yang mendamaikan orang yang berselisih. Jadi mendamaikan orang dalam hal ini (berselisih) tentu mempunyai amal yang tinggi. Karena itu kenapa Rasulullah artinya perdamaian itu hal yang sangat penting, Itulah pandangan tentang pedamaian dari Rasulullah,” ujar Jusuf Kalla, mengutip YouTube Masjid Kampus UGM.
Mantan wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini tegas mengatakan selalu ada keterkaitan antara konflik dan perdamaiannya kelak.
Menurutnya sebelum mendamaikan kedua bela pihak, perlu menurutnya ada langkah untuk menggali akar permasalahan terlebih dahulu.
Ia menyoroti bahwa dunia saat ini masih dipenuhi konflik, termasuk di negara-negara dengan mayoritas Muslim. Di antaranya yang terjadi saat ini antara Iran dan Amerika Serikat.
Ia juga memberikan penjelasan soal pernyataan terkait mati syahid yang saat ini jadi pembahasan dan polemik di masyarakat.
JK menjelaskan bahwa konflik Poso dan Ambon sulit dihentikan karena kedua pihak menggunakan narasi agama untuk membenarkan kekerasan.
Ia menggambarkan bahwa pada saat itu, baik pihak Islam maupun Kristen memiliki keyakinan keliru bahwa membunuh lawan atau mati dalam konflik akan membawa mereka ke surga.
Dan dari beredarnya potongan video dengan penjelasan yang kurang lengkap ini yang kemudian mengundang perdebatan di media sosial.
Sumber: Fajar