RAKYATDAILY.COM – Dunia birokrasi lagi chaos!
Seorang pejabat pengawas di Ditjen Pajak (DJP) Sumatera Utara, Bursok Anthony Marlon, bikin aksi super nekat yang bikin publik melongo.
Nggak tanggung-tanggung, lewat surat terbuka yang dikirim medio April 2026, Bursok mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka buat turun dari jabatan alias mundur!
Bukan cari sensasi, Bursok merasa dikhianati sistem.
Ia mengaku kecewa berat karena aduan korupsi kelas kakap yang ia kawal sejak 2021 nggak ada kejelasan.
Bursok merasa suaranya dibungkam, padahal yang ia laporkan menyangkut kerugian negara yang nilainya fantastis.
”Pengaduan saya bukan ‘ecek-ecek’. Ini soal hak negara yang dihilangkan,” ungkap Bursok.
“Namun, alih-alih ditindaklanjuti, karier saya justru dihancurkan,” tulis Bursok dalam suratnya dengan nada pedas.
Kasus ini sebenarnya berakar dari laporan tahun 2021 soal dugaan pidana pajak dan perbankan.
Bursok menyebut ada keterlibatan dua perusahaan fiktif, PT Antares Payment Method dan PT Beta Akses Vouchers, serta aplikasi investasi beken.
Bahkan, ada 8 bank nasional yang diduga terseret dalam pusaran skandal ini.
Bursok juga nge-gas soal aturan. Ia menilai sikap diam pemerintah adalah bentuk obstruksi hukum atau upaya menghalangi keadilan.
Ia bahkan menyentil Wapres Gibran soal kanal “Lapor Mas Wapres” yang dianggapnya cuma gimik karena laporannya di sana pun nihil hasil.
”Apa yang diharapkan dari pemimpin yang melakukan pelanggaran konstitusi? Tidak ada!” tegasnya.
Bursok bahkan melampirkan simulasi pajak.
Menurutnya, jika aset koruptor senilai Rp40,5 miliar disita, negara bisa dapet cuan sampai Rp69,3 miliar dari pajak dan sanksi.
Ia menantang pemerintah buat beneran memiskinkan koruptor, bukan cuma omon-omon.
”Saya mohon kepada Bapak selaku Presiden Republik Indonesia untuk mundur secara gentleman karena Bapak saya anggap tidak mampu menindaklanjuti pengaduan saya,” ungkap Bursok dalam poin penutup suratnya.
Aksi Bursok ini jadi bola salju panas buat pemerintah.
Di saat kabinet Prabowo janji bakal kejar koruptor sampai ke Antartika, testimoni dari ‘orang dalam’ pajak ini justru jadi bukti yang kontradiktif.
Sampai saat ini, pihak Istana maupun Kemenkeu masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan berani dari Bursok Anthony Marlon tersebut.
Sumber: Konteks