RAKYATDAILY.COM – Pengamat politik kenamaan, Rocky Gerung, kembali memicu diskursus hangat di jagat maya.
Pasalnya, akademisi ini dituding tebang pilih dalam melontarkan kritik. Publik menilai dirinya sangat tajam terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), namun terkesan melunak kepada kepemimpinan Prabowo Subianto.
Menanggapi polemik tersebut, Rocky memberikan klarifikasi logis saat menghadiri acara bedah buku di Surabaya.
Ia menilai publik kehilangan kemampuan menyaring akar persoalan karena menuntutnya menyamakan porsi kritik antara dua rezim yang memiliki garis masa berbeda.
“Aktivis bertanya ke saya ‘Rocky Gerung Anda harus mengkritik seperti Anda mengkritik ke Jokowi dong, kenapa lemah ke Prabowo, Anda gak jujur’?”
“Ini yang saya mau bilang bagaimana kemampuan kita untuk memfilter persoalan itu telah hilang, enggak mungkin saya kritik Prabowo seperti saya kritik Jokowi,” tegas Rocky.
Rocky menegaskan bahwa ia mengkritik kebijakan yang salah, seperti beban finansial proyek IKN dan kereta cepat Whoosh.
Namun, publik harus ingat siapa arsitek awal proyek tersebut.
Sebaliknya, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Prabowo, Rocky justru pasang badan membela konsepnya.
“Apakah itu artinya saya memihak ke pemerintah? Enggak. Saya memihak konstitusi,” jawab Rocky lugas.
Menurutnya, program MBG wajib didukung demi keadilan sosial, meskipun ia tidak menampik adanya celah korupsi pada level eksekusi.
Tidak hanya menyoroti eksekutif, Rocky juga mengkritik fenomena aktivisme mahasiswa zaman sekarang yang dinilainya mengalami penurunan kualitas intelektual.
Ia menyayangkan maraknya narasi sarkas tanpa substansi pemikiran yang matang di kalangan anak muda.
Ia mengingatkan agar gerakan sosial mahasiswa tidak menjadi liar dan mudah ditunggangi pihak luar akibat ketiadaan diskusi yang tajam.
Bagi Rocky, amarah dalam berdemonstrasi harus tetap memiliki landasan berpikir yang kuat.
“Kita ingin mahasiswa harus bertempur ke arah gagasan,” pungkasnya merangkum arah perjuangan pemuda.
👇👇
Sumber: Konteks