RAKYATDAILY.COM – Suasana di depan Gedung DPR/MPR RI mendadak mencekam dan penuh sesak.
Pakar telematika Roy Suryo, yang dikenal vokal, memimpin langsung puluhan massa untuk “mengepung” gerbang Senayan pada Kamis siang (16/4/2026).
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan; sebuah tuntutan radikal disuarakan tepat di jantung legislatif Indonesia.
Massa yang datang dengan atribut lengkap membawa narasi yang mengguncang publik: mendesak agar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, segera diadili dan menuntut pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mengenakan pakaian khasnya, Roy Suryo naik ke atas mobil komando di tengah kepulan asap knalpot dan terik matahari.
Dengan mikrofon di tangan, ia membakar semangat massa dengan orasi yang menyinggung integritas pemimpin negara.
Fokus utama aksi ini adalah peringatan satu tahun upaya mereka membongkar apa yang mereka sebut sebagai skandal ijazah palsu Jokowi.
Roy Suryo menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh menguap begitu saja meski kepemimpinan telah berganti.
Negara ini tidak boleh dibangun di atas kebohongan. Jika ijazah yang menjadi syarat dasar kepemimpinan saja bermasalah, maka seluruh produk hukum yang dihasilkan adalah cacat moral! Kami di sini bukan untuk sekadar berteriak, kami menuntut keadilan ditegakkan seadil-adilnya!— Roy Suryo dalam orasinya di depan Gedung DPR/MPR RI.
Aksi kali ini terasa lebih tajam karena tidak hanya menyasar masa lalu, tetapi juga masa depan pemerintahan.
Berikut adalah poin-poin krusial yang membuat aksi ini viral:
Sumber: Akurat