RAKYATDAILY.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan pekan ini.
Di tengah tekanan tersebut, unggahan lama Presiden Prabowo Subianto di media sosial kembali ramai dibahas warganet.
Unggahan yang kembali viral itu berasal dari tahun 2013. Saat itu, Prabowo mengkritik kondisi rupiah yang melemah mendekati Rp12.000 per dolar AS dan menilai ekonomi Indonesia mengalami salah urus.
Dalam unggahan yang kembali beredar di media sosial, Prabowo menulis:
“Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus.”
Pernyataan lama tersebut kini kembali dikaitkan dengan kondisi rupiah yang berada jauh di atas level saat cuitan itu dibuat.
Warganet kemudian membandingkan situasi ekonomi saat ini dengan kritik yang pernah dilontarkan Prabowo ketika masih berada di luar pemerintahan.
Pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.500 per dolar AS memicu beragam reaksi di media sosial.
Banyak pengguna internet mempertanyakan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Beberapa komentar warganet yang ramai dibagikan antara lain mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas kondisi rupiah saat ini hingga meminta pemerintah lebih terbuka menerima kritik masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai pelemahan rupiah bukan hanya dipengaruhi faktor domestik.
Tekanan global seperti penguatan dolar AS, tensi geopolitik internasional, hingga arus modal asing keluar dari pasar negara berkembang disebut menjadi penyebab utama mata uang negara-negara berkembang ikut tertekan, termasuk Indonesia.
Sejumlah laporan ekonomi menyebut penguatan dolar AS terjadi akibat ketidakpastian ekonomi global dan perubahan kebijakan perdagangan internasional.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga berdampak pada kekhawatiran publik terkait harga barang impor, inflasi, hingga daya beli masyarakat.
Pelemahan kurs dinilai dapat meningkatkan biaya impor bahan baku dan kebutuhan pokok tertentu.
Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia sebelumnya telah menyatakan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi pasar dan penguatan koordinasi kebijakan ekonomi.
Prabowo Subianto merupakan Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029.
Sebelum menjadi presiden, ia pernah menjabat Menteri Pertahanan dan beberapa kali maju dalam pemilihan presiden sejak 2014.
Nama Prabowo kerap menjadi sorotan dalam isu ekonomi dan nasionalisme ekonomi, termasuk terkait nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional dan penguatan sektor domestik.
Sumber: Fajar