RAKYATDAILY.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali berdampak langsung pada aset strategis nasional.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa Pemerintah Iran kini memberlakukan syarat-syarat khusus bagi kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz.
Dampaknya, dua kapal pengangkut minyak mentah (crude oil) milik Indonesia masih terganjal blokade tersebut.
Langkah ini diambil Iran di tengah situasi internal dan regional yang masih memanas, sehingga menjadikan Selat Hormuz sebagai titik transit yang sangat sensitif bagi perdagangan energi global.
Menlu Sugiono menjelaskan bahwa perkembangan di Selat Hormuz terus dipantau secara intensif oleh pemerintah.
Syarat-syarat baru yang diajukan oleh Teheran saat ini tengah dipelajari secara mendalam agar tidak merugikan kepentingan nasional namun tetap mematuhi aturan internasional yang berlaku di kawasan tersebut.
“Ada beberapa perkembangan terkait dengan syarat-syarat dari kapal boleh lewat dan sebagainya, yang itu masih menjadi hal-hal yang kami negosiasikan dan bicarakan,” jelas Sugiono di Gedung Bina Graha, Istana Negara, yang dilansir Kamis, 23 April 2026.
Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Kementerian Luar Negeri bersama tim dari Pertamina terus melakukan komunikasi diplomatik tingkat tinggi untuk memulangkan dua kapal tersebut ke tanah air.
Koordinasi intens dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran guna memastikan keamanan kru dan kargo minyak yang dibawa.
Situasi di lapangan dilaporkan masih cukup dinamis karena dinamika politik internal Iran yang sedang bergejolak. Hal ini membuat proses diplomasi berjalan lebih hati-hati namun tetap progresif.
“Mengenai negosiasi kapal Pertamina di Selat Hormuz, tentu saja Kementerian Luar Negeri dalam hal ini Kedutaan Besar Indonesia di Teheran juga terus melakukan pembicaraan,” tambah Sugiono.
Tertahannya kapal minyak ini menjadi perhatian serius karena menyangkut ketahanan energi dalam negeri. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur krusial bagi pasokan minyak dunia.
Jika negosiasi ini berhasil, diharapkan dua kapal Pertamina tersebut bisa segera melanjutkan perjalanan dan memastikan stok minyak mentah aman untuk diproses di kilang-kilang domestik.
Hingga saat ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan kendala di jalur laut internasional tersebut.
Status Terkini Blokade Hormuz:
Sumber: Konteks