RAKYATDAILY.COM – Jurnalis di Kalimantan Tengah (Kalteng), BB, mendapat ancaman disiram air keras setelah mengunggah ajakan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi pada Selasa (12/5/2026) malam.
BB mengaku mem-posting flyer nobar film Pesta Babi di akun TikTok pribadinya, @budibaskoro_, pada Jumat (8/5/2026) pagi.
“Nobar diselenggarakan di Rumput Liar Slowbar, Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (8/5/2026), pukul 19.30 WIB,” ujar Budi saat ditemui di Palangka Raya, Kamis (14/5/2026).
Tuan rumah nobar ini, lanjut BB, merupakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun dan Lamankita.
Ternyata, posting ini viral dengan lebih dari 50.000 viewer.
“Flyer itu juga di-posting oleh penyelenggara nobar di Instagram, dan turut saya repost dan jadikan story. Nobar berjalan lancar dengan peserta sekitar enam puluhan orang,” ujar Budi.

Ia menerima pesan ancaman tersebut melalui aplikasi WhatsApp pada Selasa (13/5/2026) malam.
Isi pesan itu meminta BB agar menghapus salah satu unggahannya di media sosial tentang ajakan nonton film Pesta Babi.
“Jika tidak menghapus unggahan itu, saya bahkan diancam mengalami kejadian seperti Andrie Yunus, aktivis HAM yang disiram air keras beberapa waktu lalu,” ujar dia.
BB mengatakan, ia sebelumnya sempat menduga bahwa link media sosial yang dikirim orang tak dikenal itu merupakan upaya phishing atau mencuri data pribadi.
“Setelah dicek, link tersebut memang langsung ke unggahan saya di media sosial,” ujar dia.
BB mengungkapkan, pesan ancaman itu juga diterima kerabatnya.
Menurutnya, hal ini merupakan upaya pembungkaman.
Dia juga menyayangkan adanya intimidasi karena ajakan menonton film Pesta Babi.
Adapun film dokumenter Pesta Babi ini disutradarai oleh Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale, serta diproduksi melalui kolaborasi antara Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi Media, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.
Direktur Walhi Kalteng, Janang Firman, mengungkapkan, film tersebut memberikan gambaran perlawanan masyarakat adat di Papua yang mempertahankan ruang hidupnya.
“Saya sudah menonton filmnya, ruang hidup mereka terancam karena proyek strategis nasional,” kata Janang.
Menurutnya, film tersebut menjadi pengingat bahwa perampasan ruang hidup dan pelanggaran HAM juga terjadi bisa terjadi di Kalteng.
“Saat ini sudah ada PSN di Kalteng, bisa saja kita yang terkena dampaknya,” kata Janang.
Koordinator AJI Persiapan Banjarmasin, Rendy Tisna, mengecam dan mengutuk keras ancaman kekerasan upaya persekusi digital ini, serta meminta aparat agar mengusut tuntas kasus terhadap Budi Baskoro tersebut, baik pelaku maupun motif dari ancaman kekerasan yang telah dilakukan.
“Aparat keamanan, khususnya Polda Kalimantan Tengah, juga harus menjamin keamanan jurnalis. Tindakan pemaksaan menghapus flyer nobar film Pesta Babi sama sekali tidak memiliki dasar dan alasan kuat, apalagi kemudian disertai ancaman,” ujar Rendy saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan AJI Indonesia, ujar Rendy, kasus ini akan dilaporkan ke Mabes Polri sebagai bentuk keseriusan atas perlindungan terhadap jurnalis anggota AJI Persiapan Banjarmasin dan desakan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.
“AJI Persiapan Banjarmasin berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini, sekaligus mendesak aparat untuk bertindak agar tidak terjadi pembungkaman bereskspresi yang makin masif,” kata Rendy.
Sumber: Kompas