Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Sosial dan Politik
Kekuatan Jokowi untuk menghancurkan lawan memang sangat mengerikan. Landasannya bukan mempertahankan kebenaran, tapi balas dendam, rasa takut yang luar biasa jika terbongkar kebohongannya, kekuatan dan kekuasaan menundukkan lawan, dan kekuatan finansial yang tidak terbatas yang diduga atas hasil pemerasan dan korupsi.
Seluruh kejahatannya terus coba ditutupi dengan mengerahkan para termul dan buzzer bayaran. Tidak ada nilai kebaikan sama sekali di dalamnya.
Ketakutan akan terbongkarnya segala kejahatannya, baik kebohongan, penipuan, korupsi, pembunuhan, dll menjadikan kekuatan kekuasaannya terus menyandera seluruh negara.
Demi menutup kejahatannya, seluruh negara, aparatur negara hingga kepala negara, seluruh perangkat hukum, semua kebijakan, sampai seluruh aset negara disandera dan harus berada di bawah kendali dan mengikuti kemauannya.
Bahkan seorang Presiden sebagai panglima tertinggi dan Polri pun harus tunduk kepadanya.
Itulah politik bumi hangus Jokowi yang sangat kejam. Demi menyelematkan diri, keluarga dan kroninya tega menghancurkan bangsa dan negara sehancur-hancurnya.
Saat ini, jika anak ada bangsa yang lurus, jujur, dan berusaha untuk ikut membenahi negara tapi mengungkit kejahatannya, langsung para termul dan cucunguknya menyerang, membungkam dengan segala cara, bahkan tidak segan untuk menjebloskanya ke penjara
Paling tidak ada 10 dosa Jokowi yang seharusnya telah dihukum berat bahkan layak diuikum mati :
Dengan kekuatan dan kekuasaan mengendalikan seluruh lembaga dan aparat hukum, hasil pemilu telah dimanipulasi sehingga yang kalah jadi menang sedangkan yang menah diputuskan kalah.
Semua lembaga hukum tersebut hanya tunduk pada perintah Jokowi dan bukan tunduk pada kebenaran dan keadilan.
Mulai dari korupsi dana haji, bpjs, asabri, taspen, kereta cepat whoosh, pertamina, e-ktp, tambang,ekspor-impor, minyak sawit, dll sampai.menerima setoran triliunan dari para pejabat bawahannya.
Semua kasus di atas tidak pernah diproses hukum secara tuntas dan adil
Seluruh pejabat dijebak dengan kasus korupsi setelah itu diancam untuk diproses hukum. Selama pejabat itu patuh, maka kasus hukum tidak akan pernah terjadi. Hukum akhirnya bergantung pada sikap Jokowi.
Indonesia hampir sepenuhnya dijajah China, bahkan sebagian teritorial sudah dijual ke China
Pembangunan pulau reklamasi, pagar laut, pantai indah kapuk, lapangan terbang, pangkalan militer, tambang, sawit, dll.
Ijazah Jokowi dipastikan bukan saja palsu tapi memang tidak punya ijazah, selain itu seluruh riwayat pendidikannya
Bukan saja tambang nikel yang dikelola Asing dan Asing, tapi juga seluruh tambang logam mulia.
Seluruh aktivis kebenaran yang dianggap menjadi ancaman kekuasaan Jokowi selalu “dihabisi” dengan berbagai cara.
Selama Jokowi masih hidup, Indonesia akan terus dalam kegelapan dan keterpurukan.
Hanya ada satu cara menyelamatkan Indonesia: adili Jokowi secara adil seadil-adilnya, segera makzulkan Prabowo-Gibran!