Unsoed Membara! Rektorat Dikepung Massa Mahasiswa Imbas Kirim Delegasi ke Gibran, Rektor Akhirnya Angkat Tangan dan Mengaku Salah

RAKYATDAILY.COM – Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menggelar unjuk rasa di depan Gedung Rektorat pada Senin (22/6/2026).

Aksi tersebut ditujukan kepada Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq setelah kampus mengirimkan satu mahasiswa untuk mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/6/2026).

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pihak universitas lebih berhati-hati dalam terlibat pada agenda yang dianggap berkaitan dengan kepentingan politik serta meminta adanya keterbukaan terhadap pandangan mahasiswa.

Duduk Perkara Rektor Unsoed Digeruduk Mahasiswa

Polemik bermula ketika Gibran mengajak lima mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi untuk mengikuti kunjungan kerja ke wilayah Indonesia tengah dan timur.

Gibran bersama rombongan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Lima mahasiswa yang ikut dalam agenda tersebut yakni Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia (UI), Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Rapid Bena Matin dari Unsoed, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.

Juru Bicara Unsoed Dian Bestari menjelaskan, keterlibatan mahasiswa Unsoed dalam kunjungan kerja tersebut berawal dari permintaan yang disampaikan staf khusus Wakil Presiden.

Menindaklanjuti permintaan itu, Unsoed menunjuk Rapid Bena Matin yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2023 sekaligus Duta Kampus Unsoed 2026.

“Jadi beberapa waktu lalu Unsoed diminta untuk mengirimkan nama mahasiswa yang bisa diajak kunjungan kerja ke beberapa daerah. Yang meminta mengirim dari Stafsus Wapres,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

“Yang bersangkutan adalah Duta Kampus Unsoed 2026. Keikutsertaannya wakili lembaga,” sambungnya.

Keputusan tersebut kemudian memicu gejolak di lingkungan internal kampus, terutama di kalangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Puncaknya, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi pada Senin (22/6/2026) untuk mempertanyakan keputusan universitas terkait keterlibatan dalam agenda Gibran.

Rektor Tanggapi Tuntutan Mahasiswa

Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq akhirnya menemui langsung massa aksi dan mendengarkan berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Menurut dia, seluruh aspirasi yang muncul dalam demonstrasi akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus.

“Terkait tuntutan yang tadi disampaikan mahasiswa, semuanya sudah kami dengarkan,” ujar Sodiq dikutip dari TribunBanyumas, Senin (22/6/2026).

“Ada lima atau enam poin yang disampaikan. Mudah-mudahan ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama,” tambahnya.

Meski demikian, Sodiq menegaskan perguruan tinggi memiliki ruang gerak yang telah diatur dalam Tridharma Perguruan Tinggi.

“Pada prinsipnya, perguruan tinggi memiliki peran yang diatur dalam Tridharma Perguruan Tinggi,” tandas Sodiq.

“Adapun kebijakan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan kebijakan yang berasal dari pemerintah pusat,” sambungnya.

Unsoed Kirim Perwakilan Usai Terima Surat Resmi

Sodiq menjelaskan, pengiriman mahasiswa dalam kunjungan kerja Gibran dilakukan setelah Unsoed menerima surat resmi dari Sekretaris Jenderal yang berisi penunjukan untuk mengikuti agenda tersebut.

Ia memastikan kegiatan yang diikuti mahasiswa itu merupakan kunjungan kerja sebagaimana tercantum dalam surat yang diterima pihak universitas.

Menurut Sodiq, agenda kunjungan kerja Wakil Presiden sebenarnya mencakup banyak kegiatan.

Namun perhatian publik dan mahasiswa lebih banyak tertuju pada program Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Sebenarnya rangkaian kunjungan kerja tersebut cukup banyak. Hanya saja yang kemudian banyak dimunculkan dan menjadi perhatian adalah MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” jelas Sodiq.

Ia juga menilai mahasiswa yang ditugaskan dalam kegiatan tersebut tetap menjalankan perannya secara baik sebagai representasi kampus.

Menurutnya, para delegasi menyampaikan pandangan kritis setelah melihat langsung kondisi di lapangan dan kemudian merangkum hasil pengamatan mereka.

“Apa yang disampaikan oleh mahasiswa yang kami kirim menurut saya sangat baik. Mereka memberikan masukan berdasarkan posisi dan perspektif mereka sebagai mahasiswa,” katanya.

“Mereka melihat langsung kondisi di lapangan, kemudian menyampaikan berbagai catatan yang selanjutnya dirangkum dalam bentuk resume,” sambung Sodiq.

Ia menjelaskan, hasil resume yang berisi berbagai masukan tersebut kemudian disampaikan secara langsung kepada Gibran untuk menjadi bahan pertimbangan dan tindak lanjut pemerintah.

Sumber: Kompas

Artikel Terkait