RAKYATDAILY.COM – Polemik pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terus menuai reaksi keras.
Setelah sebelumnya dikritik Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules, kini giliran tokoh buruh Arief Poyuono yang melontarkan tanggapan keras terhadap Amien Rais.
Arief menilai mantan Ketua MPR RI itu tidak lagi menggunakan rasionalitas dalam menyampaikan pandangan politiknya.
Menurut dia, pernyataan Amien Rais lebih didorong emosi dibanding fakta.
“Amien Rais tidak lagi menggunakan rasionalitas, logika, atau informasi faktual dalam mengambil keputusan politik,” kata Arief Poyuono, dikutip Selasa (12/5/2026).
Ia juga menuding pernyataan Amien Rais berpotensi memecah belah masyarakat karena dinilai mengandung unsur ujaran kebencian.
“Pernyataan Amien Rais mengandung ujaran kebencian dan berpotensi memecah belah bangsa,” ujarnya.
Arief bahkan menyarankan agar Amien Rais berkonsultasi dengan dokter agar tidak terus melontarkan pernyataan kontroversial di ruang publik.
“Segera kita bawa tokoh Reformasi ’98 Amien Rais ke rumah sakit yang terdekat dengan rumah tinggalnya, jangan sampai memalukan bangsa Indonesia. Biar bagaimanapun Amien Rais mantan Ketua MPR RI,” katanya.
Sebelumnya, Hercules juga menyampaikan keberatan atas pernyataan Amien Rais yang menyinggung kedekatan Presiden Prabowo dengan Teddy Indra Wijaya.
Meski mengaku tetap menghormati Amien Rais sebagai tokoh nasional, Hercules menilai ucapan tersebut tidak pantas diarahkan kepada kepala negara.
“Pak Amien Rais itu kita sangat menghormati. Tapi mungkin karena usia sudah sepuh, jadi mengeluarkan kata-kata yang seolah-olah Bapak Presiden itu homo dengan seskab-nya,” ujar Hercules saat ditemui dalam perayaan HUT ke-15 GRIB Jaya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Ia juga mengingatkan Amien Rais agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik politik di ruang publik.
Sementara itu, tokoh Nahdlatul Ulama, Islah Bahrawi, turut menyoroti kemungkinan persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum.
Menurut Islah, proses pelaporan dugaan pencemaran nama baik tidak mudah karena harus dilakukan langsung oleh pihak yang merasa dirugikan.
“Harus Teddy langsung yang melaporkan. Aturannya begitu,” kata Islah.
Ia menjelaskan, pembuktian dalam perkara pencemaran nama baik juga menjadi tantangan tersendiri karena masing-masing pihak harus membuktikan dalilnya di pengadilan.
“Pelapor harus membuktikan bahwa tudingan itu salah dan pihak terlapor wajib membuktikan tudingannya benar,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Dalam video Youtube berjudul “Jauhkan Istana Dari Skandal Moral”, Amien Rais menyoroti pentingnya moralitas dalam kepemimpinan negara, menyusul isu kedekatan Prabowo Subianto dan Letkol Teddy Indra Wijaya.
Mantan Ketua MPR RI itu mendorong Presiden Prabowo agar memecat Teddy Indra Wijaya dari jabatan Sekretaris Kabinet karena menurutnya relasi antar keduanya sudah melewati batas normal.
“Prabowo dan Teddy sudah offside. Prabowo agar secara kesatria melepaskan diri dari lendotannya Teddy,” ujar Amien Rais dalam video berdurasi 8 menit tersebut.
Namun, video itu sudah hilang dari akun tersebut pada Sabtu (2/5) pagi.
Sumber: Fajar