RAKYATDAILY.COM – Unggahan soal buku politik menuju Pemilu 2029 berbuntut panjang bagi pengamat politik dan ekonomi, Heru Subagia.
Setelah mempromosikan rencana bedah buku di media sosial, ia mengaku mendapat tekanan hingga muncul dugaan pencatutan namanya dalam selebaran yang beredar.
Situasi ini bermula dari unggahan Heru di Facebook pribadinya terkait buku bertajuk “Buku Pintar Politik Cawapres 2029” yang dikaitkan dengan nama Sufmi Dasco Ahmad.
Unggahan yang Picu PerhatianDalam tulisannya, Heru menyebut adanya langkah yang dianggap terlalu dini dalam memanaskan kontestasi politik 2029.
“Curi start. Sang penulis bandel bangett. Kayaknya sedang proyek gede, Ahmad Bahar,” tulisnya.
Ia juga menyinggung preferensinya dalam bursa calon wakil presiden.
“Saya dukung Roy Suryo kuda hitam Cawapres 2029, kamu pilih siapa?,” lanjut dia.
Muncul Selebaran dan Telepon MisteriusTidak lama setelah unggahan itu, Heru mengaku menerima teror berupa selebaran yang menyebut dirinya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Jawa Barat.
“Berkaitan tulisan saya di Facebook berhubungan launching buku Cawapres 2029, saya gak tahu tiba-tiba ada pihak yang menyebarkan gambar saya,” ujar Heru, Jumat (1/5/2026).
Selain itu, ia juga menerima panggilan dari seseorang yang tidak dikenal, yang meminta agar unggahan tersebut dihapus.
“Saya ditelepon langsung oleh orang yang menurut saya tidak dikenal, mengatakan agar tulisan di Facebook dihapus,” sebutnya.
Heru menegaskan dirinya tidak melihat adanya pelanggaran dalam unggahan tersebut. Ia menyebut kontennya masih dalam batas wajar.
“Saya sendiri tidak tahu letak kesalahan saya di mana dan saya pikir apa yang saya tulis sangat normatif,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa unggahan itu hanya bentuk dukungan terhadap kegiatan temannya.
“Saya hanya memfasilitasi teman saya untuk launching dalam bedah buku itu,” kata dia.
Enggan Hapus UnggahanMeski mendapat tekanan, Heru memastikan tidak akan menghapus unggahan tersebut.
Ia justru melihat persoalan ini perlu ditelusuri lebih jauh.
“Mungkin justru isu ini akan semakin ramai ketika para pihak tersebut membidik saya,” Heru menuturkan.
“Ini masih dalam tahap analisa saya, apa sebenarnya tujuan dan motivasinya dan tentunya saya tidak akan menghapus yang sudah saya tulis di Facebook,” tambahnya.
Terkait kabar dirinya disebut masuk DPO, Heru mengaku akan melakukan klarifikasi ke pihak kepolisian.
“Untuk langkah hukum yang di situ tercatut saya sudah dilaporkan, melanggar 3 pasal, tentu ini kita akan verifikasi di teman kita yang saat ini sedang menjabat di Kepolisian. Apakah benar saya ditetapkan DPO, ini menjadi penting, siapa yang telah melakukan ini,” timpalnya.
Ia membeberkan kronologi awal unggahannya yang hanya berisi informasi rencana bedah buku terkait kontestasi Cawapres 2029.
“Kronologinya, saya itu upload tulisan di Facebook bercerita tentang rencana bedah buku yang berjudul Cawapres 2029,” terangnya.
Heru menduga, isu ini berkaitan dengan sensitivitas politik menjelang kontestasi mendatang.
“Mungkin buku itu berkaitan nama besar yang akan berkontestasi sebagai Cawapres 2029. Ada beberapa pihak yang merasa terganggu dan sebagainya, saya harus mendalami itu,” tandasnya.
Sumber: Fajar