HEBOH! Sebut Frasa “Si Nabi Muhammad”, Ade Armando Tuai Kecaman

RAKYATDAILY.COM – Sebuah potongan video kembali mengaduk ruang publik. Dari kanal Youtube Saiful Zaman.

Kali ini, sorotan tertuju pada pernyataan Ade Armando yang menyebut frasa “si Nabi Muhammad” dalam sebuah diskusi lama yang beredar ulang di media sosial.

Potongan singkat itu, diputar berulang, memicu perdebatan panjang: soal bahasa, niat, hingga batas penghormatan terhadap Nabi Muhammad.

Di satu sisi, sebagian kalangan menilai penggunaan kata “si” sebagai bentuk yang tidak pantas, bahkan merendahkan.

Dalam kultur bahasa Indonesia, imbuhan tersebut bisa bermakna akrab—tetapi juga dapat terdengar meremehkan, tergantung konteks dan intonasi.

Di sisi lain, ada yang mencoba membaca lebih utuh: bahwa pernyataan itu muncul dalam diskusi komparatif soal sejarah dan ajaran, bukan sebagai serangan langsung.

Masalahnya, publik tidak hanya menilai kalimat—melainkan juga rekam jejak.

Nama Ade Armando bukan sekali ini berada di pusaran kontroversi terkait isu keagamaan.

Karena itu, ketika potongan video tersebut beredar, tafsir negatif datang lebih cepat daripada klarifikasi.

Video yang berasal dari kanal YouTube itu sebenarnya berdurasi lebih panjang.

Video di Akhir Artikel

Dalam versi utuh, terdapat penjelasan lanjutan bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan terhadap pemeluk agama lain, serta penegasan bahwa perang dalam sejarah Nabi terjadi dalam konteks tertentu.

Namun, seperti sering terjadi di era potongan 30 detik, konteks panjang kalah oleh cuplikan singkat yang emosional.

Perdebatan kemudian bergeser: bukan lagi semata isi pernyataan, tetapi etika berbahasa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sandang “si” memang memiliki dua wajah—bisa akrab, bisa merendahkan.

Di titik ini, publik terbelah antara yang menilai sebagai kekeliruan bahasa, dan yang melihatnya sebagai bentuk ketidakhormatan.

“Kalo jaman pak harto udah disikat tuh si armando,” tulis @isnandaranger1761

“Ini orang sudah pantas untuk Nerima azab,” sambung @BennyAlfian-v4l.

“Barangkali si Ade Armando belum kapok digebuki massa dan ingin merasakannya lagi,” timpal @BudiPrayitno-z6j.

“11.12 dgn abu gosok. Ternak unggul Mulyono,” @sabdo-hl7cg.

“Ade armando orang PSI yang selalu bikin kisruh,” @Bambangromdhonirawanto.

“Ade A pantasnya kau di azab, Insya Allah azab itu menjelang tdk terlalu lama…. yakin!👎🤜,” @ennosuparyono2441.

“Ucapan seorang yg kata nya dosen TDK bermutu.jelas itu ucapan org munafik.dia SDH bahkan murtad,” ungkap @TasmanAjaa-y2u.

Di tengah riuh tafsir, satu hal menjadi jelas: sensitivitas terhadap simbol agama tetap tinggi di ruang publik Indonesia.

Kata yang bagi sebagian terasa biasa, bagi yang lain bisa menjadi luka.

👇👇

Sumber: Herald

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY