RAKYATDAILY.COM – Anggaran pengadaan sepatu sekolah senilai Rp27,5 miliar oleh Kementerian Sosial tengah menjadi sorotan publik.
Program yang seharusnya membantu siswa justru memunculkan sejumlah pertanyaan terkait transparansi dan kewajaran harga.
Berdasarkan data yang beredar, total pengadaan mencapai 39.345 pasang sepatu dengan harga per pasang ditetapkan sebesar Rp700 ribu.
Angka ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga sepatu sekolah di pasaran yang umumnya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Selisih harga yang signifikan tersebut memicu pertanyaan dari berbagai pihak.
Publik mempertanyakan faktor apa yang menyebabkan harga sepatu dalam program ini bisa melambung hingga berkali lipat dari harga pasar.
Selisih harga ini memang tidak kecil dan yang dipertanyakan adalah apa yang membuat harganya melonjak lebih dari dua kali lipat.
👇👇

Selain persoalan harga, transparansi dalam dokumen pengadaan juga menjadi perhatian.
Dokumen yang tersedia disebut tidak mencantumkan spesifikasi teknis secara rinci, seperti jenis bahan maupun standar kualitas produk.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas barang yang akan diterima siswa serta proses pengadaan yang dilakukan.
Publik juga menuntut adanya penjelasan yang lebih terbuka dari pihak terkait.
Selain kualitas yang harus sebanding dengan harga, tentu saja proses penentuan vendor dan apakah pengawasan dilakukan dengan serius sudah dilakukan.
Program untuk rakyat seharusnya membawa manfaat maksimal, bukan menyisakan kecurigaan.
Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik akan terus terkikis.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan penjelasan terkait sorotan publik atas anggaran dalam program Sekolah Rakyat, termasuk pengadaan sepatu bagi siswa.
Ia menegaskan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan dalam program tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.
“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Jakarta Pusat, Rabu 29 April 2026.
Menurutnya, kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya terbatas pada penyediaan sepatu.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” katanya.
Sumber: Konteks