GEGER! Dokter Kampus Unri Diduga Lecehkan 30 Mahasiswi, Pakai Modus Buka Kancing

RAKYATDAILY.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan dugaan tindakan asusila yang menyeret seorang dokter di Klinik Pratama 101 Universitas Riau (Unri).

Kasus ini mencuat setelah sejumlah mahasiswi membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

Unggahan para korban kemudian viral, salah satunya lewat akun Instagram @sudut_fkip.

Dari sana, gelombang pengakuan mulai bermunculan dan jumlah korban diduga terus bertambah.

Setelah kasus ramai diperbincangkan, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Riau akhirnya buka suara dan mengambil langkah tegas.

Kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah para mahasiswi mengungkap dugaan pelecehan seksual yang mereka alami saat menjalani pemeriksaan medis di klinik kampus.

Para korban mengaku diperiksa di ruangan tertutup tanpa pendamping tenaga medis lain seperti perawat.

Salah seorang mahasiswi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mengalami tindakan tidak pantas saat pemeriksaan berlangsung.

“Waktu dicek, saya disuruh buka dua kancing baju bagian atas dengan alasan pemeriksaan. Tapi saat diperiksa, terasa seperti menyentuh payudara, bukan dada,” ujarnya.

Pengakuan lain juga menyebut oknum dokter tersebut diduga melakukan modus serupa ke pasien lain.

“Aku juga pernah many sampai sekarang saya tidak pernah ke sana, karna takut saya cuma demam biasa biasanya kalau diklinik lain ga pernah disinih bukak kancing sampai ke pd saya udah ketakutan sedangkan teman saya douruh menunggu diluar,” akunya.

👇👇

Dokter Langsung Dinonaktifkan

Menanggapi ramainya laporan yang beredar, Kasatgas PPKPT Unri, Separen, mengatakan pihak kampus langsung bergerak cepat.

Terduga pelaku yang merupakan dokter di Klinik Pratama 101 disebut telah dinonaktifkan sejak Senin (27/4/2026).

“Begitu laporan masuk, kami langsung mengambil tindakan cepat dengan menonaktifkan yang bersangkutan karena posisinya sebagai tenaga medis yang melayani mahasiswa di klinik Universitas Riau,” ujar Separen, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan bahwa saat ini Satgas PPKPT masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus.

Sejauh investigasi yang dilakukan, tiga korban telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun jumlah pelapor terus bertambah secara terus-menerus.

Hingga kini, tercatat sebanyak 30 orang telah melaporkan dugaan tindakan asusila tersebut.

“Kasus ini sedang kami proses melalui gelar perkara. Pemeriksaan masih berjalan, dan kami akan terus mengembangkan berdasarkan laporan yang masuk,” katanya.

Satgas Ungkap Dugaan Modus Pelaku

Separen juga membeberkan dugaan modus yang dilakukan terlapor saat memeriksa pasien.

Kata dia, pelaku diduga meminta mahasiswi membuka kancing baju bagian atas, lalu melakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop hingga menyentuh area sensitif di bagian dada.

“Ada juga korban yang disuruh membuka resleting celananya,” ungkapnya.

Selain itu, terduga pelaku juga disebut meminta nomor ponsel korban dan melakukan komunikasi di luar konteks pelayanan medis.

Satgas PPKPT menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara serius.

Pihak kampus juga memastikan perlindungan terhadap para korban serta menjaga lingkungan perguruan tinggi tetap aman dari segala bentuk kekerasan seksual.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY