RAKYATDAILY.COM – Pengamat politik Selamat Ginting menyoroti gaya komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum dikelola secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Selamat dalam podcast Madilog yang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut Selamat, ada perubahan gaya komunikasi politik Prabowo dan itu tidak diikuti dengan sistem komunikasi pemerintahan yang tertata rapi.
Kondisi itu kemudian memunculkan berbagai persepsi di tengah publik.
Salah satu yang paling sering disampaikan adalah Prabowo merupakan Presiden yang kuat namun juru bicara pemerintahnya lemah.
“Muncul kritik di mana-mana terhadap gaya komunikasi Presiden Prabowo. Banyak kalangan akademisi atau ahli komunikasi, ahli politik melihat ada perubahan gaya komunikasi politik Prabowo yang tidak diimbangi atau tidak diikuti dengan sistem komunikasi pemerintahan yang rapi,” kata Selamat.
Ia menilai lemahnya koordinasi komunikasi membuat pesan pemerintah kerap tidak sinkron dengan pernyataan presiden.
“Kocar-kacir itu. Akibatnya muncul beberapa persepsi terhadap pidato-pidato Prabowo itu. Ya, misalnya presidennya kuat, tapi juru bicara pemerintahnya lemah. Juru bicara negara lemah,” katanya.
Selamat menilai Prabowo memiliki kharisma politik yang kuat sebagai kepala negara.
Namun di sisi lain, narasi yang dibangun pemerintah sering kali berbeda dengan pesan yang disampaikan langsung oleh presiden.
“Jadi tidak sinkron gitu ya. Kadang-kadang menteri berbicara sendiri-sendiri, berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh presiden. Kadang-kadang klarifikasi pemerintah juga terlambat. Isu bergulir ketika tidak ada reaksi terlambat,” ujarnya.
Wartawan senior tersebut juga menyoroti lambannya respons pemerintah dalam menghadapi isu yang berkembang di media sosial.
Menurutnya, pemerintah sering tertinggal dalam membangun narasi publik.
“Ini kan ketinggalan, seperti ketinggalan kereta gitu. Satu masih di stasiun, sementara Prabowo-nya sudah naik kereta sedang berjalan. Nah, dalam era digital tentu saja kekosongan narasi ini sangat berbahaya,” jelasnya.
Selain itu, Selamat mengkritik gaya komunikasi juru bicara pemerintah yang dianggap terlalu elitis dan kurang dekat dengan masyarakat akar rumput.
“Tim komunikasi pemerintah sering dianggap lebih kuat berbicara kepada elite, kepada sesama menteri di kabinet. Dia kurang membumi dan menyentuh akar rumput,” katanya.
Sumber: Konteks