RAKYATDAILY.COM – Andi Angga Prasadewa (33) sempat mengirim pesan ke sang ibu sebelum komunikasi terputus karena kapalnya dicegat Israel.
Andi adalah relawan Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza, Palestina.
Kapal yang dinaiki Andi dicegat tentara Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.
Andi beserta beberapa relawan yang lain lantas ditangkap oleh pasukan zionis Israel.
Kabar ini tentu membuat keluarganya cemas.
Sutrawati Kharuddin (52) ibu kandung Andi tak kuasa menahan kesedihan dengan kabar dari anaknya.
Sutrawati sempat ungkap pesan terakhir dari sang putra ketika ditemui di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Kota Makassar, Senin (19/5/2026) sekitar pukul 11.20 Wita.
Menurut Sutrawati, Andi Angga berangkat dari Turki melalui Marmaris Cruise Port bersama puluhan kapal yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
“Anak saya itu berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki, dari Marmaris Cruise Port. Informasinya ada sekitar 56 kapal yang ikut,” tutur Sutrawati lirih sambil mengusap air mata.
Ia mengatakan, kabar penangkapan mulai menguat setelah komunikasi dengan Andi Angga mendadak terputus di tengah perjalanan menuju Gaza.
“Di perjalanan sebelum sampai sekitar 250 mil laut, ada kabar kalau mereka dicegat zionis Israel,” ujarnya.
Sutrawati mengaku awalnya belum menerima informasi resmi dari pihak mana pun.
Namun ia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres ketika pesan WhatsApp yang dikirim kepada putranya hanya menunjukkan centang satu.
“Waktu itu mungkin pihak Rumah Zakat sudah tahu, tapi anak saya memang selalu khawatir kalau saya panik, jadi dia tidak langsung bicara terus terang,” katanya.
Ia mengaku mulai curiga saat komunikasi terputus sekitar pukul 15.00 Wita.
“Karena saya ini punya firasat sebagai seorang ibu. Jam tiga sore itu WhatsApp-nya sudah centang satu. Dari situ saya mulai khawatir,” lanjutnya.
Sebelum komunikasi benar-benar hilang, Sutrawati mengaku terus mengingatkan putranya agar memperbanyak doa dan istighfar selama perjalanan laut menuju Gaza.
“Biasanya dia selalu jawab. Saya cuma bilang, ‘Ya Allah jaga anakku.’ Saya selalu kunci dengan doa kepada Allah,” katanya sambil menahan tangis.
@tribuntimur.com
Sembilan 9 WNI Ditangkap Pasukan Israel di Perairan Mediterania Timur Termasuk Satu Warga Makassar, Ibu Menangis Berharap Segera Dibebaskan.
♬ original sound – tribuntimurdotcom
Menurut Sutrawati, Andi Angga masih sempat membalas pesan terakhirnya.
“Dia jawab, ‘Ya Rabb, terima kasih bunda.’ Tapi setelah itu sudah tidak ada lagi balasan. WhatsApp-nya sudah centang satu sejak jam tiga sore,” ujarnya.
Ia juga mengatakan putranya sempat mengeluhkan mabuk laut selama perjalanan menuju Gaza.
Karena itu, ia terus meminta Andi Angga untuk tetap tenang dan berserah diri kepada Allah SWT.
“Dia bilang mabuk laut. Saya bilang sama dia, banyak berdoa, istighfar, dan serahkan semuanya sama Allah,” tutur Sutrawati.
Saat ditanya mengenai komunikasi terakhir dengan putranya, Sutrawati mengaku hanya bisa mengingat pesan-pesan doa yang terus ia sampaikan.
“Komunikasi terakhir itu saya cuma ingatkan supaya Angga banyak beristighfar,” katanya.
Sutrawati juga mengaku telah memiliki firasat sejak dini hari sebelum kabar penangkapan itu terjadi.
“Subuh-subuh saya bangun sudah ada firasat. Dari malam memang saya sudah merasa tidak tenang,” ungkapnya.
Kecurigaan Sutrawati semakin kuat ketika Andi Angga sempat menitip pesan kepada adiknya jika suatu saat tidak lagi bisa dihubungi.
“Dia sempat bilang ke adiknya, kalau nanti sudah tidak bisa dihubungi jangan kaget,” kata dia.
“Katanya mungkin HP-nya dibuang ke laut. Mungkin itu memang bagian dari pelatihan mereka,” tutup Sutrawati sambil meneteskan air mata.
Sumber: Tribun