Terbongkar! Mantan Ketua BEM UGM Ungkap Petinggi ‘Lembaga Berbintang’ Yang Nekad Coba Menyuapnya

RAKYATDAILY.COM – Sebuah pengakuan mengejutkan dari panggung gerakan mahasiswa kembali mengguncang publik.

Mantan Ketua Badan Executif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, secara blak-blakan membongkar siasat rahasia dari oknum petinggi “lembaga berbintang” yang mencoba menjinakkan idealisme dirinya.

Selama ini, Tiyo dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik kebijakan penguasa.

Namun siapa sangka, di balik layar, ia sempat dihadapkan pada godaan besar yang menguji integritasnya sebagai seorang aktivis.

Tiyo mengaku disodori tawaran luar biasa yang nilainya fantastis, sebuah upaya terselubung yang diduga kuat untuk menyuap dan membungkam suaranya.

Detik-Detik Bisikan “Cek Kosong”

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @tiyoardianto, Tiyo menceritakan kronologi peristiwa mendebarkan tersebut.

Kejadian bermula dari sebuah ajakan silaturahmi biasa oleh seorang kenalan lama. Tanpa curiga, Tiyo menyanggupi pertemuan tersebut.

Namun, suasana santai berubah menjadi tegang ketika sang perantara mulai menyampaikan pesan rahasia dari sosok kuat di balik instansi berpengaruh.

“Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, petingginya mau bertemu denganmu. Dia mau berikan apa pun yang kamu mau.”

Mendengar kalimat “mau memberikan apa pun yang kamu mau”, Tiyo sempat tertegun.

Kalimat itu bagaikan selembar cek kosong—sebuah tawaran menggiurkan yang bisa mengubah nasib finansial siapa saja dalam sekejap, asal bersedia berkompromi dengan kekuasaan.

Bongkar “Jatah” Tokoh Gerakan Lain Senilai Miliaran Rupiah

Demi meyakinkan Tiyo agar mau merapat, sang perantara bahkan membocorkan rahasia dapur yang tak kalah mencengangkan.

Ia menyebutkan bahwa salah satu pimpinan organisasi gerakan nasional lainnya sudah “takluk” dan menerima jatah dari lembaga tersebut.

“Pimpinan gerakan lain sudah merapat dan mendapat jatah proyek bisnis warung makan khas daerah senilai miliaran rupiah di lokasi strategis Jakarta.”

Mendengar kenyataan pahit tentang bagaimana idealisme aktivis bisa ditukar dengan angka miliaran, Tiyo Ardianto mengambil keputusan besar.

Alih-alih tergiur oleh kemewahan, ia dengan tegas menolak mentah-mentah tawaran tersebut dan memilih menjaga jarak demi merawat integritas gerakan yang ia pimpin.

👇👇

 

View this post on Instagram

 

A post shared by tiyo ardianto (@tiyoardianto_)

Sikap tegas Tiyo Ardianto ini seolah menampar pragmatisme politik yang kerap menjangkiti mantan tokoh mahasiswa.

Fenomena “kooptasi” atau penjinakan aktivis lewat jalur logistik, bisnis, maupun jabatan memang sudah lama menjadi rahasia umum di Indonesia.

Namun, keberanian seorang tokoh untuk membongkarnya secara blak-blakan ke publik seperti ini sangat jarang terjadi.

Kini, pengakuan Tiyo telah memantik diskusi liar di media sosial mengenai independensi gerakan mahasiswa hari ini.

Netizen pun mulai berspekulasi dan mendesak agar identitas “lembaga berbintang” tersebut diungkap secara terang-benderang.

Bagi Tiyo, integritas dan nama baik gerakan mahasiswa jauh lebih mahal ketimbang angka miliaran rupiah yang ditawarkan dalam ruang-ruang gelap perundingan.

Sumber: Akurat

Artikel Terkait