Camillia Laetitia Azzahra atau akrab disapa Zahra/Zara, putri mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengunggah pesan puitis yang menyayat hati.
Unggahan tersebut mendadak viral karena memuat diksi-diksi tajam tentang pengkhianatan, dosa, dan pengadilan Tuhan.
Publik menafsirkan tulisan ini sebagai luapan kemarahan Zahra atas polemik rumah tangga orang tuanya yang sedang di ujung tanduk.
Dalam unggahannya, Zahra tidak lagi menahan diri.
Ia menggunakan metafora yang sangat kuat, mengaitkan keputusan kontroversialnya (melepas hijab) dengan kekecewaan terhadap sosok sang Ayah.
Berikut adalah penggalan kalimat yang menjadi sorotan netizen:
“Ayah, jika keadilan bumi enggan menghukummu… Maka biarlah setiap helai rambutku yang terbuka menjadi saksi. Menyeretmu ke pengadilan Tuhan.”
Kalimat ini seolah menjawab pertanyaan publik selama ini mengenai alasan perubahan penampilan Zahra.
Ia menjadikan rambutnya yang kini terbuka sebagai simbol “saksi” untuk menuntut keadilan di akhirat.
Tak berhenti di situ, Zahra juga menyinggung soal “pengkhianat” yang merusak keutuhan keluarganya.
Kalimat selanjutnya terdengar lebih mengerikan dan penuh amarah:
“Nikmatilah dunia sebagaimana kau menikmati pengkhianat yang merobek keluarga kita… Sementara aku perlahan menenun jubah api untukmu, melalui tiap-tiap dosaku yang sengaja kupamerkan pada dunia.”
Frasa “menenun jubah api” dinilai warganet sebagai metafora bahwa Zahra rela menanggung “dosa” (membuka aurat/berubah penampilan) demi memberatkan pertanggungjawaban sang ayah di akhirat kelak, sebagai bentuk protes atas hancurnya keluarga mereka.
Unggahan emosional ini memicu gelombang simpati yang masif. Warganet yang sebelumnya menghujat keputusan Zahra melepas hijab, kini berbalik arah memberikan empati.
Mereka melihat sosok Zahra sebagai anak yang sedang hancur lebur mentalnya (broken home) akibat konflik orang tua.
Hingga berita ini diturunkan, Ridwan Kamil belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apapun terkait unggahan putrinya yang menyudutkan dirinya tersebut.