Eks Ketua DPRD Bongkar Fakta Nikel Morowali: Kaya Raya, Tapi Rakyat Tetap Menderita di Era Jokowi!

RAKYATDAILY.COM – Mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan, melontarkan pernyataan keras terkait pengelolaan kekayaan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Ia mengklaim bahwa selama satu dekade terakhir, kekayaan sumber daya alam berupa nikel lebih banyak dinikmati oleh segelintir elite, sementara masyarakat lokal justru belum merasakan dampak kesejahteraan yang dijanjikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Irwan dalam program Rakyat Bersuara, yang membahas isu ketimpangan ekonomi di daerah kaya sumber daya alam.

Dalam kesempatan itu, Irwan menyoroti kondisi masyarakat Morowali yang menurutnya masih jauh dari kata sejahtera, meskipun wilayah tersebut menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di Indonesia.

Irwan menyebut, sejak era pemerintahan Presiden RI ke-7 Joko Widodo, investasi besar-besaran di sektor pertambangan nikel terus mengalir ke Morowali.

Kehadiran smelter dan masuknya investor, baik dari dalam maupun luar negeri, semestinya menjadi peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Namun, menurut Irwan, realitas di lapangan justru berbanding terbalik.

Ia menilai manfaat ekonomi dari industri nikel tidak dirasakan secara merata oleh warga Morowali.

“Yang merasakan kesejahteraan hanya elit-elit. Masyarakat Morowali sampai hari ini belum benar-benar merasakan dampak ekonomi dari kekayaan alam yang ada,” ujar Irwan, dikutip dari instagram @officialinewstv (10/2/2026).

Lebih jauh, Irwan mengungkapkan bahwa selama 10 tahun terakhir, masyarakat dan pemerintah daerah telah berulang kali menyuarakan tuntutan keadilan, terutama terkait pembagian hasil tambang dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Namun, aspirasi tersebut disebut tidak mendapatkan respons yang memadai.

Ia mengklaim, setiap upaya menyuarakan hak daerah kerap menemui jalan buntu.

Menurutnya, tuntutan agar Morowali memperoleh porsi yang adil dari kekayaan nikel sering kali tidak ditanggapi secara serius.

“Kami bersuara untuk meminta keadilan dan kesejahteraan rakyat, tapi seolah dibungkam,” kata Irwan.

Irwan juga menyinggung minimnya dampak langsung industri nikel terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari lapangan kerja yang layak, infrastruktur pendukung, hingga kesejahteraan sosial.

Padahal, Morowali dikenal sebagai salah satu daerah strategis dalam proyek hilirisasi nasional.

Pernyataan eks Ketua DPRD Morowali ini pun memantik perhatian publik dan membuka kembali diskusi tentang siapa yang sebenarnya paling diuntungkan dari eksploitasi sumber daya alam.

Irwan menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk suara masyarakat daerah yang merasa tertinggal di tanahnya sendiri.

Hingga kini, pernyataan tersebut masih menjadi perbincangan hangat dan menuai beragam tanggapan, terutama terkait pemerataan hasil pembangunan dan keadilan ekonomi di daerah penghasil tambang.

[DOC]

Sumber: PojokSatu

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY