RAKYATDAILY.COM – Suasana mendadak tegang ketika Dedi Mulyadi mendatangi seorang penjual es gabus yang belakangan diketahui memberikan informasi tidak sesuai kenyataan terkait kondisi tempat tinggalnya.
Dalam video yang diunggah pada channel Dedi Mulyad, Dedi sampai menggebrak meja setelah menemukan sejumlah keterangan yang berubah-ubah dari pedagang tersebut.
Awalnya pria yang akrab disapa Babe itu mengaku hidup sebagai penyewa rumah alias ngontrak.
Namun setelah Dedi menelusuri lebih jauh, fakta berbeda justru terungkap.
Babe ternyata memiliki rumah sendiri yang merupakan pemberian orang tuanya bukan kontrakan seperti yang ia klaim sejak awal.
“Bohong sih. Kenapa sih Pak bohong terus?” ujar Dedi dengan nada tegas ketika mendapati pengakuan Babe tidak sesuai.
Bukannya sekali tidak konsistennya ini muncul berulang kali dalam percakapan.
Tak berhenti di situ, kebohongan lain kembali terungkap.
Babe sebelumnya menyebut hanya menerima warisan sebesar Rp200 ribu. Namun setelah ditegaskan kembali, keluarga sebenarnya telah membelikan sebuah rumah pada 2007.
“Dia bilang ke saya, ‘Dikasih warisan cuma Rp200 ribu.’ Padahal dikasih rumah,” kata Dedi dengan raut kecewa.
Meski Babe berkali-kali meminta maaf, Dedi tetap menegur keras agar tidak bermain-main dengan kebenaran terutama ketika menyangkut bantuan sosial dari pemerintah.
“Minta maaf tapi bohong lagi,” ucap Dedi mengingatkan.
Di tengah suasana panas, RW setempat menyerahkan titipan bantuan dari Gubernur berupa dana rutilahu dan biaya tukang.
Dedi menegaskan bahwa bantuan harus tepat sasaran dan tidak boleh didasari informasi palsu.
Momen ini pun langsung menyebar luas dan memicu perbincangan publik.
Banyak warganet menilai tindakan tegas Dedi sebagai bentuk ketegasan dalam mengawal bantuan agar diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.
Di sisi lain drama kebohongan Babe menjadi sorotan karena terus berubah-ubah ketika dikonfirmasi.
Sumber: PojokSatu