Inggris Gempar! Kabar Kematian Raja Charles III Mendadak Pecah di Radio, Rakyat Syok Sebelum Kebenaran Terbongkar

RAKYATDAILY.COM – Sebuah stasiun radio di Inggris mendadak membuat publik geger.

Mereka menyiarkan kabar kematian Raja Inggris, Charles III.

Namun tak lama kemudian, radio tersebut meminta maaf. Informasi itu ternyata keliru.

Insiden itu terjadi pada Selasa sore, 19 Mei 2026, di studio utama Radio Caroline yang berada di Maldon, Essex Timur, Inggris.

Manajer Radio Caroline, Peter Moore, mengatakan, kekeliruan terjadi akibat gangguan komputer di studio penyiaran.

“Radio Caroline kemudian menghentikan siarannya. Kondisi tersebut membuat kami harus memulihkan program dan menyampaikan permintaan maaf di siaran,” ujar Peter Moore dalam unggahan Facebook resmi radio tersebut.

Pengumuman palsu itu langsung memicu kehebohan.

Banyak pendengar mengira kabar tersebut benar karena disiarkan langsung melalui radio.

Padahal pada waktu bersamaan, Raja Charles III bersama Ratu Camilla diketahui sedang berada di Irlandia Utara untuk menghadiri pertunjukan musik rakyat Irlandia.

Belum diketahui berapa lama siaran keliru itu berlangsung hingga akhirnya disadari pihak radio.

Radio Caroline sendiri bukan nama baru di Inggris.

Stasiun radio itu berdiri pada 1964. Awalnya dikenal sebagai radio bajak laut yang menantang dominasi penyiaran BBC.

Radio tersebut dulu beroperasi dari kapal di lepas pantai Inggris. Mereka menyiarkan musik dan program hiburan dari tengah laut.

Saat pemerintah Inggris memperketat aturan penyiaran pada 1967, banyak radio bajak laut berhenti mengudara.

Namun Radio Caroline tetap bertahan hingga akhirnya menghentikan siaran lepas pantainya pada 1990.

Kisah radio itu bahkan menginspirasi film The Boat That Rocked yang dibintangi Bill Nighy dan Philip Seymour Hoffman.

Film tersebut menceritakan kehidupan para DJ eksentrik yang tinggal dan bekerja di kapal radio bajak laut di tengah laut.

Sumber: Herald

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY