RAKYATDAILY.COM – Dunia politik dan birokrasi tanah air mendadak geger.
Presiden Prabowo Subianto resmi mengambil langkah tegas dengan memecat Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan radikal ini diambil setelah lembaga yang baru seumur jagung tersebut terus-menerus dihantam rapor merah.
Selama 17 bulan menakhodai BGN, kinerja ahli serangga ini dinilai out of control.
Mulai dari kasus keracunan massal yang menimpa 11.640 anak sekolah di puluhan daerah per November 2025, pembengkakan anggaran dari Rp71 triliun menjadi Rp171 triliun, hingga blunder pengadaan 25.000 motor listrik tanpa konsultasi dengan DPR.
Kalau kalian ‘searching’ atau caritahu tentang Bu Nanik Sudaryati Deyang,
Mesin pencari akan memberikan kalian 2 fakta berikut :1. Ibu Nanik adalah bagian dari tim sukses pak Prabowo pada pemilihan Presiden 2019.
2. Ibu Nanik adalah Orang Pertama yang mengabarkan Hoaks Bu… pic.twitter.com/3BAtBSdM9y
— DiaryTrader (@WOLF_of_IHSG) June 2, 2026
Bukan cuma masalah manajemen internal dan temuan delapan potensi korupsi oleh KPK yang bikin posisi Dadan goyah.
Mantan orang nomor satu di BGN itu juga dinilai tidak mengindahkan instruksi langsung dari Kepala Negara.
Saat Presiden meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada anak kurang gizi dan kelompok rentan, eksekusi di lapangan justru terkesan serampangan.
Bahkan, ide membagikan MBG ke sekolah Indonesia di Arab Saudi disebut-sebut menjadi pemantik utama yang mempercepat surat pemecatannya keluar beserta kroninya sekaligus.
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi “penganiayaan” fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa… pic.twitter.com/TMKvG0dQz5— Dimar (@dimarsasongko98) June 2, 2026
Keputusan Presiden Prabowo Subianto mendepak Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sukses memicu efek domino di jagat media sosial.
Alih-alih meredam suasana, penunjukan Nanik S Deyang sebagai nakhoda baru lembaga yang mengurus program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini justru memantik perdebatan yang makin liar di kalangan netizen X (Twitter).
Banyak warganet yang mulai mempertanyakan arah kebijakan program andalan pemerintah ini ke depan.
Isu kompetensi versus loyalitas politik pun kembali mencuat ke permukaan dan menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan.
penggantinya eks wakilnya Dadan 🗿
buat yg gatau, Nanik sebelumnya menjabat sebagai wakil BGN bidang Komunikasi Publik & Investigasi
2018 dia pernah menggemparkan 1 Indonesia krn nyebar foto hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet bahkan Prabowo dulu ikut percaya 😂 https://t.co/aO4j2yzOCw pic.twitter.com/8jCYyuhRVh
Baca Juga:— txtdrimedia (@txtdrimedia) June 2, 2026
Akun-akun kritis di platform X langsung gercep menguliti rekam jejak digital Nanik S. Deyang selama beberapa tahun terakhir.
Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah keterlibatan masa lalunya dalam kasus hoaks yang sempat menggemparkan satu Indonesia pada tahun 2018 silam.
Nggak cuma drama politik masa lalu, performa Nanik saat menjabat sebagai Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik & Investigasi juga ikut diungkit.
Netizen mengingatkan kembali momen emosional pada September 2025 lalu, ketika Nanik sempat terekam kamera menangis saat meminta maaf di hadapan publik terkait insiden keracunan massal program MBG yang menimpa ribuan anak sekolah.
Profil singkat ketua BGN baru:
Nanik memiliki karir sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit, yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia dan pemimpin media dari Kelompok Media Peluang (KMP).
Baca Juga:Di dunia politik, Nanik memiliki kedekatan dengan Prabowo.
Pada pemilihan presiden… pic.twitter.com/Y6tapdCb8u
— jakartalk (@Jakartalk) June 2, 2026
Ketiadaan latar belakang akademis maupun praktis di bidang kesehatan menjadi peluru utama netizen untuk mengkritik kebijakan perombakan ini.
Pemerintah dinilai lebih mengutamakan kedekatan politik jangka panjang ketimbang menempatkan sosok ahli yang paham betul tentang nutrisi.
“Latar belakang gizi? Nol. Keamanan pangan? Nol. Yang ada: loyalitas politik sejak 2018. Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi. Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo.” cuit salah satu netizen kritis di X.
Meski begitu, sebagian pihak menilai Nanik tetap layak diberi kesempatan untuk bersih-bersih internal pasca-lengsernya Dadan.
Tokoh publik seperti Ferry Koto justru mengapresiasi langkah tegas Presiden sebagai bentuk respons atas kritik masyarakat.
Ferry menganggap keputusan memilih Nanik sudah tepat karena ia dikenal sebagai sosok loyalis yang bersungguh-sungguh saat diberi amanah.
Meski diakuinya Nanik agak sulit menerima kritik di media sosial, ia disebut tetap menyimak masukan publik demi perbaikan ke depan.
“Langkah Presiden Prabowo memecat Dadan sebagai Kepala BGN dan menggantinya dengan Nanik Deyang, patut kita apresiasi. Ini bagian respon Presiden atas kritik publik dan berbagai laporan tentang berbagai masalah di lingkungan BGN selama ini.”
Sumber: Konteks