Oleh: Sutoyo Abadi
Presiden Prabowo Subianto telah melakukan 49 kali kunjungan ke Luar Negeri (LN) sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 hingga awal April 2026 (masa jabatan 18 bulan).
Kunjungan ke LN selanjutnya Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan ke Rusia terus terbang ke Prancis.
Ia tiba di Paris pada Senin malam, 13 April 2026, pukul 23.50 waktu setempat, setelah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin selama lima jam di Istana Kremlin, Moskow.
Selama ini sebelum apalagi selama perang Iran dengan Amerika dan Israel.
Presiden terlihat paling sibuk di buka bumi keliling dunia, seolah olah sedang memerankan peran penting politik global.
Hampir semua thema kunjungannya ke LN di permak dengan thema penguatan kemitraan bilateral dan dinamika politik global strategis, faktanya terpantau tanpa peran dan fungsi yang jelas, selain mengais mencari minyak.
Bayangan ideal Indonesia memiliki peran strategis dalam geopolitik global, bisa duduk sejajar dengan negara- negara besar lainnya di dunia, bisa menentukan nasib sendiri dan tidak bisa didikte oleh negara mana pun di dunia, napak tilasnya justru sebaliknya, sangat memalukan.
Banyak Kepala Negara negara justru mentertawakan mengernyitkan dahi bahwa Prabowo Soebianto presiden paling sibuk kunjungan ke LN, seolah olah sebagai Kepala Negara yang sangat penting, tanpa memiliki peran penting apapun dalam dinamika politik global saat ini. Selain perannya hanya sebagai pembantu Trum dan Netanyahu,
Didalam negeri semua pengamatan politik menepuk jidat.
Banyak orang terkaget-kaget, “ini apa – apaan ”, sebuah ungkapan ketidakmengertian tentang apa sesungguhnya yang sedang dilakukan oleh Presiden Prabowo di tengah konflik geopolitik yang semakin memanas, hanya lucu-lucuan belaka.
Presiden Prabowo Subianto telah kehilangan kesadarannya sebagai Kepala Negara yang berdaulat.
Hanya ingin dikesankan presiden tersibuk di dunia tanpa peran dan fungsi selain perannya yang sangat memalukan sebagai badut Amerika dan Zionis Israel. ***