Alkisah di sebuah negeri hiduplah dua orang begawan, Sebuah cerita tentang permusuhan sekaligus persahabatan
Si Cungkring sukanya blusukan, Si Gemoy terbiasa pada penculikan, ups maaf maksudnya pemberontakan
Keduanya beda dalam kebiasaan tapi sama dalam tujuan, Selain lapar pengaruh, keduanya juga haus kekuasaan
Satu ketika pernah berlawanan, tak butuh waktu lama menjalin keakraban, Teruji pernah saling menjatuhkan, terbukti menikmati saling ketergantungan
Keduanya, sama-sama mengejar jabatan dan kekayaan, Kebiasaan yang tak terbantah dari keduanya, beda ucapan beda tindakan
Pidato keduanya selalu berujung kebohongan, Bukan pengabdian, banyak yang menilai hanya mencari kesenangan
Jauh dari keadaban apalagi Ketuhanan, Sungguh miris nasib rakyat, harus mengalami penderitaan dan kesengsaraan
Lahir dari kecurangan dan kejahatan, rakyat pasrah memiliki pemimpin penuh kepalsuan, Penguasa dengan mentalitas dan karakter pengkhianatan
Si Cungkring dan Si Gemoy representasi kebiadaban, pasangan kedzoliman tak berkesudahan!