Sorotan Tajam Guru Besar UGM: Tagih Klarifikasi Terbuka Jokowi Soal Ijazah Demi Akhiri Kegaduan!

DEMOCRAZY.ID – Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Koentjoro, meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan klarifikasi secara terbuka terkait polemik dugaan ijazah yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Menurut Koentjoro, penjelasan langsung dari Jokowi dinilai dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang terus berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai keterbukaan merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian kepada publik.

Koentjoro mengaku kritik yang selama ini disampaikannya telah muncul sejak Jokowi masih menjabat sebagai Presiden RI.

Karena itu, ia berharap mantan kepala negara tersebut tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kepada Pak Jokowi dan kawan-kawan yang kami sampaikan adalah agar kembali kepada jalan yang lurus, Pak. Jangan banyak berbohong,” ujar Koentjoro, dilansir pada Rabu (29/7/2026).

Ia menilai seorang presiden memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut Koentjoro, kritik yang disampaikannya bukan ditujukan sebagai serangan pribadi, melainkan bentuk kepedulian terhadap pentingnya keteladanan seorang pemimpin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi, kami dulu memprotes Bapak karena Bapak sebagai Presiden. Presiden itu salah satu tugasnya di dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Koentjoro berharap polemik mengenai ijazah Jokowi dapat diselesaikan melalui penjelasan yang terbuka kepada masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut lebih baik dibandingkan membiarkan berbagai spekulasi terus berkembang di ruang publik.

“Karena itulah maka saya berkeinginan agar jangan berbohong, jangan membohongi rakyat yang berlalu setelah berlalu,” ujarnya.

Ia meyakini klarifikasi langsung dari Jokowi akan memberikan kepastian sekaligus menenangkan masyarakat.

“Tapi kalau Bapak bisa melakukan satu klarifikasi, akan jauh lebih baik dan akan menyenangkan masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya telah menegaskan bahwa ijazah dan skripsi Joko Widodo merupakan dokumen asli.

Penegasan tersebut disampaikan sebelum perkara dugaan ijazah bergulir di pengadilan.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyatakan seluruh proses akademik Jokowi selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan terdokumentasi dengan baik, mulai dari perkuliahan hingga penyelesaian skripsi.

“Perlu diketahui, ijazah dan skripsi Joko Widodo adalah asli. Beliau pernah kuliah di sini, teman-teman satu angkatan mengenal baik beliau, beliau aktif dalam kegiatan mahasiswa Silvagama, tercatat menempuh berbagai mata kuliah, menyelesaikan skripsi, sehingga ijazah yang diterbitkan oleh UGM adalah asli,” jelas Sigit.

Sigit juga menegaskan tidak ada keraguan mengenai status Joko Widodo sebagai alumni Fakultas Kehutanan UGM.

Menurutnya, seluruh tahapan pendidikan telah dijalani sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Pernyataan resmi UGM tersebut menjadi salah satu rujukan dalam menjawab keraguan yang berkembang di tengah polemik dugaan ijazah Jokowi yang kini masih menjadi perhatian publik.

Artikel Terkait