RAKYATDAILY.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim stok uranium yang telah diperkaya milik Iran kini terkubur jauh di bawah reruntuhan gunung setelah fasilitas nuklir negara itu dihantam serangan besar-besaran.
Menurut Trump, kondisi tersebut membuat bahan nuklir Iran nyaris mustahil dijangkau oleh sebagian besar negara di dunia.
Ia bahkan menegaskan hanya Amerika Serikat dan China yang memiliki teknologi serta peralatan yang cukup kuat untuk menembus kedalaman lokasi tersebut.
“Kami menyerang situs-situs nuklir mereka dan semuanya hancur,” kata Trump, dikutip dari Fox News, Jumat (5/6).
Trump juga membantah berbagai laporan yang sebelumnya meragukan tingkat kerusakan fasilitas nuklir Iran pascaserangan.
Menurutnya, dampak serangan jauh lebih besar dibandingkan yang diperkirakan banyak pihak.
Ia menyebut lokasi penyimpanan bahan nuklir kini tertutup oleh longsoran dan runtuhan gunung yang ambruk akibat ledakan.
“Mereka terkena serangan sangat keras sampai tidak ada yang tahu apakah material itu masih bisa dikeluarkan atau tidak,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Trump menyoroti tantangan teknis yang harus dihadapi jika ada pihak yang ingin mengambil kembali uranium yang berada di lokasi tersebut.
Ia mengklaim hanya Amerika Serikat dan China yang memiliki kemampuan teknologi pengeboran serta peralatan berat yang mampu menembus lapisan batuan gunung hingga mencapai fasilitas bawah tanah Iran.
“Tidak ada yang memiliki kemampuan untuk mengambilnya selain kami dan China,” kata Trump.
Menurutnya, fasilitas nuklir Iran dibangun sangat dalam di bawah pegunungan sehingga membutuhkan teknologi khusus yang hanya dimiliki segelintir negara.
“Kami satu-satunya yang memiliki peralatan cukup kuat untuk menembus sedalam itu ke dalam gunung. Tetapi gunung itu telah menghancurkannya. Gunung itu benar-benar runtuh di atasnya,” lanjutnya.
Trump juga mengaitkan pernyataannya dengan penilaian dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Ia mengklaim lembaga tersebut memiliki pandangan serupa bahwa akses menuju fasilitas yang terkubur saat ini sangat sulit dilakukan.
Meski demikian, Trump tetap meyakini bahwa material nuklir yang tersisa pada akhirnya dapat dijangkau apabila diperlukan.
Pernyataan Presiden AS tersebut muncul di tengah berlanjutnya perdebatan internasional mengenai nasib stok uranium Iran setelah konflik militer yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Selama ini, salah satu kekhawatiran utama negara-negara Barat adalah kemungkinan Iran masih menyimpan cadangan uranium yang dapat digunakan untuk melanjutkan program nuklirnya di masa depan.
Namun Trump bersikeras bahwa kerusakan yang terjadi pada fasilitas bawah tanah Iran telah mengubah situasi secara drastis.
Menurutnya, selain tertimbun reruntuhan gunung, lokasi penyimpanan bahan nuklir kini berada dalam kondisi yang sangat sulit diakses tanpa teknologi kelas dunia.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa isu pengawasan terhadap material nuklir Iran masih menjadi salah satu agenda penting dalam negosiasi dan dinamika keamanan internasional pascakonflik antara Washington dan Teheran.
Sumber: WartaEkonomi