‘Si Cungkring dan Si Gemoy, Pasangan Tak Berkesudahan’

Si Cungkring dan Si Gemoy, Pasangan Tak Berkesudahan

Alkisah di sebuah negeri hiduplah dua orang begawan, Sebuah cerita tentang permusuhan sekaligus persahabatan

Si Cungkring sukanya blusukan, Si Gemoy terbiasa pada penculikan, ups maaf maksudnya pemberontakan

Keduanya beda dalam kebiasaan tapi sama dalam tujuan, Selain lapar pengaruh, keduanya juga haus kekuasaan

Satu ketika pernah berlawanan, tak butuh waktu lama menjalin keakraban, Teruji pernah saling menjatuhkan, terbukti menikmati saling ketergantungan

Keduanya, sama-sama mengejar jabatan dan kekayaan, Kebiasaan yang tak terbantah dari keduanya, beda ucapan beda tindakan

Pidato keduanya selalu berujung kebohongan, Bukan pengabdian, banyak yang menilai hanya mencari kesenangan

Jauh dari keadaban apalagi Ketuhanan, Sungguh miris nasib rakyat, harus mengalami penderitaan dan kesengsaraan

Lahir dari kecurangan dan kejahatan, rakyat pasrah memiliki pemimpin penuh kepalsuan, Penguasa dengan mentalitas dan karakter pengkhianatan

Si Cungkring dan Si Gemoy representasi kebiadaban, pasangan kedzoliman tak berkesudahan!

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY