Anies Baswedan Bongkar Fakta Mengejutkan: 97 Persen Kerusakan Hutan Indonesia Ternyata Legal!

RAKYATDAILY.COM – Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi Indonesia.

Dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Sabtu (17/1), Anies menyoroti fenomena yang menggambarkan ironi besar pembangunan nasional alam rusak, tetapi rakyat belum juga sejahtera.

Dalam paparannya, Anies mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini mengalami apa yang ia sebut sebagai kerusakan ganda.

Di satu sisi, tingkat kesejahteraan masyarakat belum mencapai kondisi ideal, sementara di sisi lain, kerusakan lingkungan justru terjadi secara masif dan sistematis.

Salah satu sorotan utama Anies adalah persoalan deforestasi. Ia mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sekitar 97 persen kerusakan hutan di Indonesia terjadi secara legal.

Artinya, kerusakan tersebut bukan semata akibat aktivitas ilegal, melainkan hasil dari kebijakan dan izin resmi yang dikeluarkan negara.

“Ini yang harus kita renungkan bersama. Kerusakan lingkungan kita bukan hanya soal pembalakan liar. Justru mayoritasnya terjadi karena kebijakan yang sah secara hukum,” ujar Anies, dikutip pojoksatu.id dari jawapos.com.

Anies membandingkan kondisi Indonesia dengan negara-negara maju.

Menurutnya, banyak negara yang mengalami kerusakan lingkungan sebagai konsekuensi dari pembangunan ekonomi.

Namun, perbedaannya terletak pada hasil akhir yang dirasakan rakyat.

“Di banyak negara, ekonomi dibangun hingga rakyatnya sejahtera. Setelah itu, pembangunan berlanjut dan lingkungan mulai terdampak. Tapi rakyat sudah lebih dulu merasakan manfaatnya. Indonesia ini berbeda,” kata Anies.

Ia menegaskan, di Tanah Air, pembangunan ekonomi belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Namun, eksploitasi sumber daya alam sudah berlangsung secara masif dan meninggalkan dampak serius bagi lingkungan hidup.

Kondisi tersebut, menurut Anies, menunjukkan adanya ketidakadilan ekonomi dan ekologi yang berjalan beriringan.

Alam dieksploitasi, tetapi manfaatnya tidak dirasakan secara merata oleh rakyat.

“Perekonomian kita belum mensejahterakan rakyat, tapi lingkungannya sudah rusak. Ini ketimpangan yang serius dan tidak bisa dibiarkan,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Anies juga menyinggung pentingnya mengubah arah kebijakan pembangunan nasional.

Ia menilai, pembangunan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial.

Menurutnya, jika eksploitasi alam terus dibiarkan tanpa koreksi, Indonesia berpotensi menghadapi krisis lingkungan yang lebih besar di masa depan, sementara masyarakat tetap berada dalam kondisi ekonomi yang rentan.

Pernyataan Anies tersebut kembali memantik diskusi publik mengenai arah pembangunan nasional, khususnya terkait tata kelola sumber daya alam, kebijakan kehutanan, dan keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat.

Sumber: PojokSatu

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY