Respons Jokowi Disebut Jadi Presiden karena JK: Saya Cuma Orang Kampung, Bukan Siapa-Siapa!

RAKYATDAILY.COM – Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang menyebut dirinya memiliki peran penting dalam menjadikan Joko Widodo sebagai presiden ke-7 RI menuai respons langsung.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi justru merespons dengan nada merendah.

Ia mengaku dirinya bukan sosok istimewa dan berasal dari latar belakang sederhana.

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin (20/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi klaim Jusuf Kalla yang sebelumnya disampaikan dalam sebuah jumpa pers pada Sabtu (18/4/2026).

👇👇

Diketahui, hubungan politik antara Jusuf Kalla dan Jokowi telah terjalin sejak lama, terutama saat keduanya berpasangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014–2019.

Jusuf Kalla Klaim Berperan Besar Bawa Jokowi ke Jakarta.

Jusuf Kalla mengungkap pernyataan mengejutkan terkait perannya dalam perjalanan politik Joko Widodo hingga menjadi Presiden Republik Indonesia.

Dalam pernyataannya, Jusuf Kalla menyebut dirinya sebagai sosok yang membawa Jokowi dari Solo ke panggung politik nasional di Jakarta.

“Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya,” kata Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik karena secara terbuka menegaskan klaim kontribusi besar JK dalam perjalanan politik Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, JK juga menyinggung istilah “termul” atau Ternak Mulyono.

Istilah ini merupakan bahasa gaul politik yang kerap digunakan di media sosial sebagai bentuk sindiran atau kritik terhadap pendukung maupun loyalis Jokowi.

Said Didu Respons Klaim JK soal Jokowi

Eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyoroti pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla yang menyebut bahwa Joko Widodo menjadi presiden berkat perannya.

Menurut Said Didu, pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla sebagai respons atas tudingan dari pendukung Jokowi yang menilai dirinya tidak berterima kasih setelah dipilih menjadi calon wakil presiden (cawapres).

Said Didu kemudian membedah makna di balik pernyataan Jusuf Kalla tersebut.

Ia menegaskan bahwa dalam proses politik, penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden bukan ditentukan oleh individu semata, melainkan oleh partai politik.

“Jokowi tidak pernah memilih Pak JK jadi Cawapres tapi dipilih oleh Megawati (PDIP). Artinya posisi Jokowi saat itu sama dengan Pak JK yang dipilih oleh PDIP jadi Capres dan Cawapres,” kata Said Didu, dikutip dari akun X miliknya, Minggu (19/4/2026).

Ia juga menyinggung peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam menentukan arah pencalonan politik saat itu.

Lebih lanjut, Said Didu mengungkap bahwa Jusuf Kalla sebelumnya juga pernah menyatakan dirinya yang mengusulkan Jokowi maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

“Disetujui, walau isu internal bahwa TK sebenarnya tidak setuju. Artinya justru Pak JK lah yang punya peran ‘menaikkan’ karier Jokowi, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Di sisi lain, Said Didu turut menanggapi pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali yang menilai ucapan Jusuf Kalla sebagai bentuk sikap emosional.

Menurut Said Didu, pernyataan tersebut justru tidak menyentuh inti persoalan yang sedang dibahas.

“Yang diuraikan oleh Ketua Harian PSI adalah bahwa kemenangan Jokowi-JK adalah kerja bersama, ini pernyataan lari dari substansi, kepala yang gatal tapi kaki yang digaruk,” kata dia.

Di akhir pernyataannya, Said Didu mengajak publik untuk fokus pada isu lain yang menurutnya lebih penting, yakni terkait keaslian ijazah Jokowi yang pernah digunakan dalam berbagai proses pencalonan, mulai dari wali kota Solo hingga Presiden RI.

“Ijazah inilah epicentrum persoalan bangsa,” tegasnya.

Sumber: Tribun

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY