RAKYATDAILY.COM – Otoritas Amerika Serikat bersama aparat penegak hukum Indonesia berhasil membongkar jaringan kejahatan siber global yang mencuri jutaan data pengguna internet di berbagai negara.
Operasi ini dipimpin oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) melalui kantor lapangan Atlanta yang menargetkan sindikat phishing berskala internasional.
Dalam pengungkapan tersebut, aparat menutup sebuah situs yang digunakan untuk menjalankan operasi penipuan digital canggih.
Jaringan ini diketahui telah mencuri ribuan kredensial akun korban dan mencoba melakukan penipuan dengan nilai lebih dari USD20 juta.
Para pelaku memanfaatkan sebuah perangkat bernama “W3LL phishing kit”.
Itu adalah alat yang memungkinkan penjahat siber meniru halaman login resmi guna mengecoh korban.
Melalui metode tersebut, korban tanpa sadar memasukkan username dan password mereka ke situs palsu.
Data tersebut kemudian direkam, termasuk informasi sesi yang memungkinkan pelaku melewati sistem keamanan tambahan.
Contoh sistem keamanan tambahan itu adalah verifikasi dua langkah atau multi-factor authentication.
Tak hanya itu, pelaku juga menyediakan layanan berbayar sekitar USD500 bagi pengguna lain untuk mengakses perangkat tersebut dan membuat situs tiruan yang nyaris identik dengan portal resmi.
Praktik ini memperluas jangkauan kejahatan karena bisa digunakan oleh banyak pihak dengan kemampuan teknis terbatas.
Operasi ini juga terhubung dengan sebuah marketplace daring bernama “W3LLSTORE” yang menjadi tempat jual beli akun hasil peretasan.
Dalam kurun waktu 2019 hingga 2023, platform tersebut dilaporkan memfasilitasi penjualan lebih dari 25 ribu akun yang telah diretas.
Pengungkapan ini menjadi salah satu langkah besar dalam memerangi kejahatan siber global.
Hal itu sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik phishing yang semakin canggih dan terorganisir.
Sumber: Konteks