RAKYATDAILY.COM – Polemik mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali memunculkan berbagai pernyataan dari sejumlah pihak.
Salah satunya datang dari Mayor Jenderal TNI (Purn.) Soenarko yang tergabung dalam Tim Advokasi Anti-Kriminalisasi Ijazah Jokowi.
Ia menyebut isu ijazah menjadi pintu masuk untuk meminta pertanggungjawaban Jokowi.
Soenarko juga menyampaikan sejumlah klaim mengenai pihak-pihak yang menurutnya berada di balik mantan kepala negara tersebut.
Soenarko mengatakan tim yang tergabung dalam advokasi tersebut menjadikan polemik ijazah sebagai langkah awal untuk meminta pertanggungjawaban Jokowi.
“Ini kita minta pertanggungjawabannya kepada si Jokowi. Memang pintu atau entry point-nya kita mulai dari ijazah ini,” ujar Soenarko, Selasa (28/7/2026).
Ia kemudian menyampaikan pandangannya bahwa tindakan yang dituduhkannya kepada Jokowi tidak dilakukan seorang diri.
“Kita tahu yang melakukan kelakuan si Jokowi ini adalah sekelompok orang. Para pengkhianat yang merusak bangsa ini,” katanya.
Tidak berhenti di situ, Soenarko mengklaim terdapat berbagai pihak yang disebutnya memberikan perlindungan terhadap Jokowi.
“Ya, di dalamnya ada PKI, ada anasir-anasirnya atau tokoh-tokohnya yang ada di dalam pemerintahan dia,” ucapnya.
Ia juga menyebut adanya sejumlah tokoh dari berbagai kalangan yang menurutnya ikut memberikan perlindungan.
“Baik itu purnawirawan jenderal TNI, Polri, maupun tokoh-tokoh lain. Nah, inilah yang melindungi sekarang sehingga setiap ada pengusutan tentang ijazah palsu Jokowi, begitu besar kekuatannya,” jelasnya.
Bahkan, Soenarko turut mengklaim adanya keterlibatan kekuatan dari luar negeri.
“Ada yang bergerak untuk menjaganya, melindunginya. Termasuk ada kekuatan asing yang melindungi dia,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Soenarko mengajak masyarakat agar tidak berhenti memperjuangkan apa yang diyakininya terkait polemik tersebut.
“Apa kita mau menyerah, rakyat? Kita sudah merasakan bagaimana dirusak oleh manusia yang namanya Jokowi ini,” ujarnya.
Ia berharap perjuangan itu tetap diteruskan oleh generasi berikutnya apabila pihak-pihak yang saat ini terlibat sudah tidak lagi dapat melanjutkannya.
“Pejuang atau pahlawan belum tentu bisa menyelesaikan tugas ini secara tuntas,” tuturnya.
“Tapi kalau kita sudah dipanggil Yang Mahakuasa, meninggalkan dunia ini, kita berharap generasi di bawah kita, anak-anak kita, melanjutkan sampai terbongkar,” tambahnya.
Lebih jauh, Soenarko juga menyampaikan penilaiannya terhadap kepemimpinan Jokowi.
“Ini jadi presiden sangat negatif buat kita. Di luar negeri pun jadi bahan olok-olokan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pernyataan Soenarko mengenai adanya pihak tertentu, termasuk pihak asing, yang disebut melindungi Jokowi belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.
Jokowi juga telah berulang kali membantah berbagai tudingan terkait polemik ijazahnya dan menyatakan persoalan tersebut diserahkan untuk diproses melalui jalur hukum.