Terkuak di Sidang Dokter Tifa: AKBP Syarif Tunjukkan 28 Unggahan Soal Tudingan Ijazah Palsu ke Jokowi!

DEMOCRAZY.ID – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut, saksi Syarif Muhammad Fitriansyah menunjukkan 28 unggahan di media sosial yang menuding ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu kepada Jokowi.

Hal itu diungkapkan jaksa dalam sidang dakwaan kedua atas terdakwa Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (27/8/2026).

Syarif Muhammad Fitriansyah merupakan anggota perwira menengah (Pamen) Polri dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP sekaligus ajudan Jokowi.

Jaksa mengatakan, Syarif menunjukkan kepada Jokowi berupa 28 unggahan di media sosial terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.

Unggahan yang menuding ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah palsu itu, dinilai telah menyerang kehormatan atau nama baik Jokowi.

Jaksa menjelaskan, Syarif memberi tahu Jokowi terkait 28 unggahan di media sosial tersebut di rumah Jokowi di Kompleks Lemigas, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada 22 April 2025 hingga 21 Mei 2025.

“Saksi Syarif Muhammad Fitriansyah memperlihatkan kepada Joko Widodo berupa 28 unggahan di beberapa media sosial yang menyerang kehormatan atau nama baik Joko Widodo yang pada pokoknya menuduhkan bahwa ijazah S1 Joko Widodo adalah palsu,” kata jaksa, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Kompas.com, Kamis.

Salah satu dari 28 unggahan di media sosial tersebut, merupakan unggahan dari terdakwa dokter Tifa di akun X pribadinya.

Salah satu unggahan dokter Tifa di akun X miliknya yaitu terkait kalimat pernyataan unggahan tautan berita dengan tampilan potongan gambar hitam putih ijazah Jokowi pada 18 Maret 2025.

“Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi Joko Widodo mengalami kerugian immateriil yaitu tercemarnya nama baik,” tutur jaksa.

Jokowi, kata jaksa, merasa dihina dan direndahkan akibat tudingan itu, dan tudingan itu, juga dikaitkan dengan penggunaan ijazah saat Jokowi mencalonkan diri sebagai kepala daerah hingga presiden.

“Bahkan terdapat pihak-pihak yang ikut menuduh saksi Joko Widodo telah menggunakan ijazah palsu dalam pemenuhan persyaratan pencalonan sebagai pejabat publik sebelumnya yakni Wali kota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden ke-7 Republik Indonesia,” ucap jaksa.

Dalam perkara ini, dokter Tifa didakwa dengan pasal berlapis, di antaranya dakwaan primair Tifa didakwa melanggar Pasal 434 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) juncto UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam dakwaan subsidair, Tifa didakwa melanggar Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Selain itu, dokter Tifa didakwa dengan Pasal 32 juncto Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sosok Syarif Muhammad Fitriansyah

AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah adalah perwira menengah (Pamen) di Polri.

Syarif sudah mendampingi Jokowi sejak tahun 2016 ketika dia masih berpangkat AKP.

Bahkan, ia juga masih mendampingi Jokowi setelah lengser pada 20 Oktober 2024.

Syarif Muhammad Fitriansyah lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 17 April 1991.

Syarif memiliki seorang istri yang bernama Widya Ariska, anak Kombes Koeshartono Arif Sudrajat.

Pasangan ini juga telah dikaruniai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan.

Sahabat Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya ini mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah 2 di Pontianak.

Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 3 di Pontianak.

Kemudian, Syarif menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Syarif Muhammad adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2012.

Ia juga cukup aktif dalam bermain media sosial (medsos).

Ia memiliki akun Instagran yang sudah bercentang biru bernama @syrfxvii.

Followers-nya sudah mencapai angka 328 ribu.

Di Instagram, Syarif kerap membagikan potret kebersamannya dengan sang istri dan anak.

Ia juga tak jarang membagikan momen kebersamaannya dengan Presiden Jokowi.

Rekam jejak Syarif saat masuk Akpol tidaklah mudah.

Ia pernah ditolak dua kali masuk Akpol.

Setelah gagal masuk Akpol, Syarif mencoba melamar ke Angkatan Laut TNI, tetapi kembali gagal.

Sempat putus asa, dia mencoba mendaftar perguruan tinggi, tetapi ditolak masuk universitas.

Setelah itu, ia akhirnya berhasil masuk Akpol.

Artikel Terkait