Isu Polri Pindah Kementerian Bikin Panas, Relawan Prabowo Langsung Nyalakan Alarm!

RAKYATDAILY.COM – Gelombang penolakan terhadap wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah kementerian kembali menguat.

Kali ini, suara tegas datang dari relawan nasional Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) yang dikenal sebagai pendukung setia Prabowo Subianto.

Mereka menilai wacana tersebut bukan hanya tidak relevan, tetapi juga berpotensi mengancam keamanan nasional.

Ketua Umum Pasbata, David Febrian, menegaskan bahwa perubahan struktur komando Polri dapat berdampak langsung pada lambatnya respons negara terhadap ancaman keamanan yang berkembang cepat.

Menurutnya, Polri harus tetap berada di bawah Presiden agar jalur komando tetap singkat dan efektif.

“Menempatkan Polri di bawah kementerian justru berisiko memperlambat perintah, memperpanjang birokrasi, dan membuka ruang tarik-menarik kepentingan politik sektoral.”

“Ini dapat melemahkan respons negara terhadap ancaman keamanan,” jelas David Febrian kepada pers, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan bahwa Pasbata bukan sekadar menolak, melainkan ingin memastikan negara tetap sigap menghadapi spektrum ancaman modern.

Mulai dari kejahatan siber, kriminal transnasional, hingga potensi konflik sosial.

Menurut David, perubahan struktur Polri di saat kondisi keamanan global tidak stabil justru bisa menjadi kerentanan baru.

“Pasbata berdiri pada prinsip hukum harus kuat, negara harus hadir, dan keamanan tidak boleh dikompromikan oleh eksperimen struktural yang tidak mendesak,” ujar David, 2/2/2026.

Wacana pemindahan Polri ke bawah kementerian memang kembali mencuat dalam beberapa diskusi politik belakangan ini.

Namun kritik dari berbagai pihak, termasuk relawan pro-pemerintah sendiri, menunjukkan bahwa isu tersebut memicu kekhawatiran luas.

Banyak yang menilai perubahan itu berpotensi mempolitisasi institusi kepolisian dan melemahkan profesionalismenya.

Dengan pernyataan keras dari Pasbata, tekanan terhadap pemerintah untuk mempertahankan struktur Polri di bawah Presiden kian menguat.

Publik kini menunggu bagaimana langkah pemerintah merespons sorotan dan peringatan tersebut.

Sumber: PojokSatu

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY