Medsos Geger! Alumni Orchid Park Secondary School Singapura Mengaku Sama Sekali Tak Kenal Gibran, Padahal Katanya Satu Angkatan

RAKYATDAILY.COM – Sejumlah orang yang mengaku sebagai alumni Orchid Park Secondary School (OPSS) di Singapura, angkatan sekitar tahun 2002–2004, mulai bersuara di media sosial.

Mereka mengaku tidak pernah mengenal atau bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama masa sekolah, meski data resmi mencatatnya sebagai siswa di sekolah tersebut pada periode yang sama.

Informasi ini beredar melalui unggahan di platform Threads yang kemudian diliput dan dibagikan di berbagai kanal, termasuk portal berita lokal.

Salah satu akun (@mamaaqr) menulis bahwa dirinya tidak bisa tidur memikirkan fakta bahwa Wakil Presiden Indonesia pernah bersekolah di OPSS.

“Dari semua teman yang saya kenal di OPSS semasa sekolah dulu, dia bukan salah satunya,” demikian terjemahan unggahan tersebut.

Akun lain yang mengaku seangkatan (@azlyjnor) menyatakan, “Dia adalah adik kelas saya satu angkatan, tetapi saya tidak ingat pernah melihatnya; begitu pula teman-teman seangkatan saya, kakak kelas, bahkan mantan guru-guru saya. Padahal, saat itu OPSS masih sekolah baru… jadi semua orang saling mengenal.” Komentar lain menyoroti bahwa Gibran disebut hanya bersekolah di sana selama dua tahun, serta mempertanyakan prestasinya dan status kelulusannya.

 

View on Threads

 

Unggahan-unggahan ini muncul di tengah kontroversi panjang soal riwayat pendidikan Gibran.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gibran tercatat menempuh pendidikan setara SMA di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada 2002–2004, setelah lulus dari SMP Negeri 1 Surakarta, kemudian melanjutkan ke UTS Insearch di Sydney, Australia (2004–2007), dan selanjutnya ke Management Development Institute of Singapore (MDIS) hingga 2010.

Polemik ini telah memicu sejumlah gugatan, termasuk di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam putusan terkait, MK menyatakan tidak menemukan dokumen yang meyakinkan menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atas atau sederajat di Indonesia.

Namun, gugatan dinyatakan tidak dapat diterima karena pemohon dianggap tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing).

Atase Pendidikan KBRI Singapura juga pernah menyatakan tidak memiliki dokumen terkait jejak pendidikan Gibran di negara tersebut.

Orchid Park Secondary School adalah sekolah menengah negeri di kawasan Yishun, Singapura, yang mulai beroperasi pada 1999 dan diresmikan resmi pada 2001.

Dalam sistem pendidikan Singapura, Secondary School biasanya berlangsung sekitar empat tahun dan diakhiri dengan ujian GCE O-Level, yang sering diperdebatkan kesetaraannya dengan jenjang SMA penuh di Indonesia (yang lebih setara dengan Junior College dan A-Level).

Sebelumnya, akun Instagram resmi sekolah juga sempat diserbu komentar warganet Indonesia yang menanyakan status Gibran sebagai alumni.

Beberapa sumber media Indonesia mencantumkan Gibran sebagai salah satu alumni ternama sekolah tersebut, bersama tokoh seperti pendiri Secretlab Ian Ang dan aktor Zhai Siming.

Pihak terkait, termasuk perwakilan Gibran atau sekolah, belum memberikan tanggapan resmi atas klaim para alumni di media sosial ini hingga berita ditulis.

Kontroversi pendidikan Gibran terus menjadi sorotan publik, dengan berbagai pihak meminta klarifikasi dokumen resmi secara transparan.

Artikel Terkait