Perang Dingin Internal PSI! Rebutan Posisi Jokowi Antara Ketua Dewan Pembina atau Ketum Makin Panas

Signature: txdtryUcXIdVjjEZ3Ck1sGbCvJB7HJx3WEqbhGA99qz2EqmTqQyJL0WAfciohXeP6aNzhRV5V/lcOZUQarMSiO5h1N85cseSNTSqa9t0TEJVWR5Ty6jgx6BrvVBZdZLLgQayOz9sDVEdSSSyuoq7fAjm02uBMX3SrCAnXyzpiDCEYXYXnAgwIY48oQNBMnJuIKYwhXlvzj8eYS1oMeHED1CPPTknQTzg3YkDyBTpVCnInJ4qYi9joxvXfetUxczO25KcvN1adLnojeYvK1/h4fs8Q1xNrUSnJl2Qiw3G2NOyi8lycDVzwOJEdmT1fzmBDIUpVE29bbNSx69QV2e9pM/OEZgTeZMBZYb6GTVdgXESBQZC5or+4f6Du5hokuy57ZDec/NDWowymjYRQCQJVu2Vh3ublBIku88gwiGZIbR4OZ55qUouMMY+CP4eiy2cuoL9JJzjNzqxej7JkJljO9ePhxO8AbulE04jqGChLFPRDNmmDJfZRvjyfIlXBl1yHzOVQvt3OPz/1UJ7Azsg9ZGxwUg4xcSw3Z2VkoCKoOZijkD8sBbxvZUJKACjU9o1+bQKIA8NjkhC3RwMyHMGXtMtl6pxkLVaspJkHenAt8rTU1yWR6n3hGNHW4eWxyxRi02H2t09Z1mGWPH29svDXMsocDHC9yFW+eYU89ALrU1TlA3mTiIk7VqjI9qGsWrXVKK/i2k9jM/HX4/IrYCN4eajY2+T9QOkH2Ov9pTk8eUdH897/B7pAKd//iHBk6UGuZ+vK2YuKvoaTTXEKvJFgDh05J8/gXhsKsBm6v5eyHzFp795hruAlVZ3cowAtVYvdMjvgxUjh8IrLhKPAqrXJyRhtqmEWIFvGr7pVfveq/FgHoxzWHswuy6iLZvk0iIRfG+9BUwVU3HkhfPTDiMeza82cff1VPK9pN0B52HahM2vUJmRhIHIAbPlmKX6fUmF1G1IpSX7DNsc7XSrtWVPE2TN5iOFvTj3yYqipUnmJzU=

RAKYATDAILY.COM — Gelombang konsolidasi internal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar mengarah ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo.

Sejumlah jajaran pengurus daerah secara beruntun menyambangi kediaman pribadi Jokowi untuk menyampaikan pinangan politik secara langsung demi mendongkrak perolehan suara partai pada Pemilu 2029 mendatang.

Langkah masif tersebut makin mempertegas bahwa sosok mantan Wali Kota Solo itu dianggap sebagai magnet serta kartu truf utama bagi masa depan partai berlogo mawar tersebut.

Dua opsi posisi strategis kini disodorkan ke meja Jokowi: kursi Ketua Dewan Pembina DPP PSI hingga jabatan Ketua Umum DPP PSI yang saat ini masih diduduki oleh putra bungsunya sendiri, Kaesang Pangarep.

Didesak Jadi Ketua Dewan Pembina Hingga Direbutkan Gantikan Kaesang

Aspirasi untuk mendudukkan Jokowi di kursi puncak kepemimpinan PSI terus bermunculan dari berbagai tingkatan kepengurusan.

Pengurus PSI tingkat ranting di Surakarta secara khusus memohon agar Jokowi berkenan menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina untuk memberikan teladan kepemimpinan bagi seluruh kader.

“Kami memohon Bapak Jokowi untuk mau menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Beliau adalah contoh pemimpin senior yang kinerjanya sudah terbukti. Alhamdulillah Pak Jokowi sangat menghargai aspirasi ini, meski belum ada keputusan resmi dari beliau,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Ranting Tingkat (DPRT) PSI Kelurahan Mojosongo Surakarta, Christina.

Tak berhenti di situ, dorongan yang jauh lebih ekstrem datang dari jajaran pengurus DPD PSI Kabupaten Cirebon.

Secara terang-terangan, mereka meminta Jokowi mengambil alih tongkat komando kepemimpinan nasional PSI dengan menjadi Ketua Umum DPP PSI menggantikan Kaesang Pangarep.

“Kami meminta Pak Jokowi bersedia menjadi Ketua Umum DPP PSI. Beliau adalah tokoh dan legenda nasional. Harapannya, kehadiran beliau bisa mendulang suara yang lebih bagus bagi PSI di Pemilu 2029 nanti,” tegas Ketua DPD PSI Kabupaten Cirebon, Muhammad Haryanto.

Respons Santai Jokowi: Kenapa Meminta Saya?

Mendapatkan desakan masif dari barisan kader akar rumput, Jokowi merespons pinangan tersebut dengan nada santai khas dirinya.

Ia bahkan sempat melontarkan pertanyaan balik terkait alasan di balik keinginan para kader yang mendorongnya turun gunung memimpin PSI.

“Respons Pak Jokowi cukup santai, beliau menjawab, ‘Kenapa meminta saya untuk jadi Ketua Umum PSI?’. Kami tentu akan menindaklanjuti respons ini nanti melalui rapat di internal partai,” pukas Haryanto memungkas penjelasannya.

Kendati belum memberikan kepastian resmi, manuver para pengurus daerah ini makin memperlihatkan betapa bergantungnya PSI pada figur (Jokowi effect) demi merealisasikan ambisi besar lolos ke Senayan pada kontestasi politik 2029.

Artikel Terkait