Pecah Kongsi! Ade Armando Berbalik Serang Abu Janda, Tanda Hancurnya Kubu Buzzer?

RAKYATDAILY.COM – Polemik ucapan Permadi Arya alias Abu Janda terus bergulir.

Setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ikatan Keluarga Minang (IKM), kritik kini datang dari sesama pegiat media sosial, Ade Armando.

Kasus ini bermula dari pernyataan Abu Janda dalam sebuah acara komunitas umat Kristiani di Philadelphia, Amerika Serikat.

Dalam video yang viral di media sosial, Abu Janda menyinggung isu intoleransi di beberapa daerah.

Ia lalu menyebut wilayah yang memiliki kata “bar”, seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat, banyak diisi orang “barbar”.

Ucapan itu memicu kemarahan publik. Sejumlah organisasi masyarakat asal Sumatera Barat melapor ke Bareskrim Polri. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, juga ikut angkat suara.

“Kita sangat setuju Abu Janda dilaporkan karena pernyataan yang disampaikan itu tidak pada tempatnya. Memecah belah, membuat permusuhan,” kata Mahyeldi dalam video yang beredar, Rabu, 27 Mei 2026.

Mahyeldi meminta aparat penegak hukum bertindak profesional.

Ia menilai ucapan bernada penghinaan antarsuku dan daerah berpotensi memicu konflik sosial.

Di tengah memanasnya polemik, Ade Armando justru ikut mengkritik Abu Janda.

Dalam pernyataannya yang dikutip kanal YouTube Opini Alvin, Ade menilai Abu Janda seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih diksi.

“Dia ini sekarang sedang jadi sasaran tembak banyak orang karena dia menyebut umat Islam di Jawa Barat dan Sumatera Barat sebagai umat yang barbar,” ujar Ade Armando.

Ade menyebut kritik terhadap intoleransi memang penting. Namun penyampaiannya tidak boleh melukai masyarakat luas atau menggeneralisasi satu daerah tertentu.

Sementara itu, Abu Janda membantah telah menghina masyarakat Sumatera Barat.

Ia mengklaim hanya berbicara soal fenomena intoleransi yang menurutnya nyata terjadi.

“Saya selalu berbicara berdasarkan fakta dan data. Bukan ngada-ngada apalagi provokasi,” ujar Abu Janda dalam video klarifikasinya.

Ia juga menegaskan tidak pernah menyebut masyarakat Sumbar barbar.

Menurutnya, pernyataan itu disampaikan dalam konteks bercanda saat membahas kasus intoleransi terhadap kelompok minoritas.

Namun penjelasan tersebut belum meredam reaksi publik.

👇👇

Di media sosial, perdebatan terus berlangsung. Sebagian menilai Abu Janda sedang mengkritik intoleransi.

Sebagian lain menilai ucapannya sudah melewati batas dan memperkeruh hubungan antarumat beragama.

Pengamat komunikasi politik menilai kasus ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian tokoh publik dalam menggunakan narasi di ruang digital.

Terlebih ketika menyangkut isu agama, suku, dan identitas daerah yang sensitif di tengah masyarakat majemuk Indonesia.

Sumber: Herald

Artikel Terkait