Politikus Senior PDIP: Kalau Saiful Mujani Berani Buka Kecurangan Pilpres 2024, Rezim Prabowo Bisa Guncang!

RAKYATDAILY.COM – Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, melontarkan pernyataan keras terkait wacana kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil Pilpres 2024.

Dalam pernyataannya, Beathor mempertanyakan kelanjutan gagasan “revolusi” yang sebelumnya disebut-sebut dikaitkan dengan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.

Ia menilai gerakan tersebut kini seperti hilang tanpa arah.

“Apa kabar nasib revolusi Saiful Mujani? Tetap bergerak dalam senyap atau gagasan itu hilang tertiup angin?” kata Beathor dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Beathor menyebut, Saiful Mujani pernah tampil dengan narasi bahwa rakyat harus bergerak menumbangkan rezim Prabowo karena dianggap tidak layak menjadi presiden.

Namun menurutnya, langkah itu tidak akan mendapat dukungan publik jika tidak disertai keberanian membongkar dugaan kecurangan Pilpres 2024.

“Hanya satu jalan. Mujani akan mendapatkan dukungan rakyat jika dia berani mengungkapkan bahwa hasil Pilpres 2024 itu curang. Angka 58 persen itu disebut hasil pencurian suara dari tingkat kecamatan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung persaingan lembaga survei selama Pilpres 2024.

Menurut Beathor, Saiful Mujani dan Eep Saefulloh Fatah berada di kubu yang berbeda dengan sejumlah lembaga survei yang dianggap dekat dengan kekuasaan saat itu.

Dalam narasinya, Beathor menyebut nama Denny JA dan Muhammad Qodari sebagai pihak yang dinilainya memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini publik melalui hasil survei.

“Nampak jelas proses Pilpres 2024 dikuasai M Qodari dengan sejumlah lembaga survei yang setiap hasil surveinya menampilkan angka sama, di atas 30 persen dibanding pasangan lain,” katanya.

Beathor kemudian mempertanyakan apakah Saiful Mujani dan Eep Saefulloh mampu menjelaskan dugaan perbedaan angka survei dan hasil akhir pemilu tersebut secara terbuka kepada publik.

Ia bahkan menyebut, bila dugaan tersebut berhasil dibuktikan, maka gelombang protes rakyat bisa membesar dan menuntut percepatan perubahan politik nasional.

“Revolusi yang dipimpin Saiful Muzani ini akan berkobar. Ribuan rakyat bisa turun ke jalan menuntut Pilpres dipercepat dengan meniadakan pasangan Prabowo-Gibran,” tandasnya.

Sumber: RadarAktual

Artikel Terkait