Sambil Sebats, Ini Pengakuan Mengejutkan Sopir Taksi Green SM dan Kesaksian Warga di TKP Kecelakaan Kereta

RAKYATDAILY.COM – Kecelakaan beruntun antara KRL Commuter Line lintas Cikarang dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam diduga bermula dari taksi listrik Green SM yang mogok di perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, sehingga tertabrak KRL yang melintas dari arah Cikarang menuju Jakarta.

Sesaat sebelum taksi listrik tak berpenumpang tersebut tertabrak, sang sopir telah terlebih dulu menyelamatkan diri.

Foto pria menggunakan seragam hijau tersebar luas di media sosial. Ia tampak duduk di samping rel sedang menelepon sembari memegang rokok.

Pria yang diduga sopir taksi itu pun membuat pengakuan terkait penyebab mobilnya berada di tengah rel saat memberikan keterangan kepada polisi.

Menurutnya, mobil yang dikendarainya seketika mati atau tidak berfungsi ketika berada tepat di tengah rel lantaran terdapat sistem mengalami error.

“Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin gak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat lagsung mati sendiri,” aku pria tersebut.

Pria tersebut juga mengaku mobil yang dikendarainya mati total.

“Ini ngunci langsung, jadi kita mau jalanin ininya gak bisa karena tadi pas posisi kereta lewat langsung ‘tek’ langsung gak bergerak. Jalan udah gak bisa. Jadi kayak gini nih pak,” ujarnya ke polisi.

👇👇

Seorang warga, Saman (55) yang ditemui di sekitar TKP juga memberi kesaksian hampir sama.

Ia mengatakan bahwa mobil taksi hijau tersebut saat itu melintas dari arah timur menuju barat melalui perlintasan Ampera.

Namun, saat akan melintas atau berada di perlintasan rel, mobil tiba-tiba mogok mendadak.

Warga yang menjaga perlintasan kereta tersebut lalu meneriaki sopir taksi tersebut. Sebab ada kereta yang hendak lewat.

“Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Tadi posisinya memang tidak kelihatan kereta. Penjaga ini teriak, ‘sudah keluar, keluar’. Didorong-dorong tidak kuat, akhirnya keburu datang kereta, akhirnya menabrak,” tutur Saman.

Mobil taksi tersebut akhirnya terseret hingga kurang lebih sejauh 100 meter.

“Sopir aman, dibawa sama polisi, sama penjaga palang pintu rel,” ungkapnya lagi.

Akibat dari terseret kereta, bodi mobil taksi mengalami kerusakan, terutama pada bagian bodi, kaca samping kiri dan depan, serta ban.

Warga lain bernama Fadli menuturkan, perlintasan kereta di Jalan Ampera tersebut memang bukan perlintasan resmi yang dijaga oleh petugas KAI. Perlintasan itu hanya dijaga oleh warga setempat.

Biasanya warga yang berjaga di perlintasan yang berjarak sekitar 300 meter dari Stasiun Bekasi Timur akan memberikan peringatan kepada pengendara untuk tidak melintas bila ada kereta yang hendak lewat.

“Di sini lebih aman dari Bulak Kapal. Beneran dijaga kalau di sini. Ini jagaan paling aman. Kondisi mobil mogok bukannya yang nggak dijaga. Kemungkinan dari sistem mobilnya yang error jadi mobil ketahan. udah diusahain didorong ga bisa,” jelasnya.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY