Takdir Pilu 27 April: 7 Korban Tabrakan KA Argo Bromo Lahir di Tanggal yang Sama

RAKYATDAILY.COM – Senin malam 27 April 2026 seharusnya menjadi hari yang biasa bagi ratusan penumpang kereta api yang setiap hari berjibaku di dalam gerbong-gerbongnya.

Namun, siapa sangka kejadian biasa berubah menjadi mencekam saat hantaman keras melibatkan KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya dengan rangkaian Commuter Line.

Bukan hanya dari pihak keluarga, simpati publik terus diberikan kepada para korban kejadiaan nahas itu. Ungkapan duka terus menggema di media sosial mendoakan para korban.

Di balik riuhnya sirine ambulance yang menggema malam itu, tanggal 27 April yang seharusnya menjadi hari bahagia bagi sebagian korban, justru berujung pilu.

Dari data yang beredar ditemukan sejumlah korban yang ternyata berulang tahun hari itu. Sayangnya, hari bahagia berubah menjadi duka.

Terdapat 4 korban yang lahir di hari yang sama pada 27 April 1996 yaknir Rudi Saputra, Hari Septiyansyah, M Anwar, dan Muchlis.

Tidak hanya ketiga korban ada pula korban lain yang berulang tahun hari itu seperti Stevani Sofia lahir 27 April 2004, Rivan 27 April 1994 dan kabarnya masih ada korban lain yang lahir di tanggal 27 April itu.

Para korban hari itu mungkin saja sedang membayangkan perjalanan pulang dengan harapan akan merayakan ulang tahun bersama orang terkasih.

👇👇

Sementara itu, jumlah korban jiwa saat ini mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, dalam pernyataan resmi.

“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” katanya.

Korban luka kini dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Investigasi terkait kecelakaan ini masih terus dilakukan. Insiden ini dipicu saat taksi hijau atau Green SM berhenti di tengah rel yang akhirnya tertabrak KRL PLB 5181.

Gerborng KRP PLB 5181 akhirnya terhenti yang menyebabkan perlintasan terganggu sehingga membuat KRL PLB 5568A tujuan Kampung Bandan-Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi.

Dari arah belakang KRL PLB 5568A melintas KA Argo Bromo Anggrek (Gambir-Pasir Turi yang kemudian menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY