RAKYATDAILY.COM – Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Ardianto Satriawan mengungkapkan lima pihak yang marah terkait wacana penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ardianto, pihak-pihak tersebut bukanlah siswa penerima manfaat, orang tua murid, maupun guru.
Mereka yang paling bereaksi justru adalah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan pemilik SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), pejabat pemerintah, dan bahkan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi program MBG ini buat siapa???” tulis Ardianto di dalam akun X pribadinya, dikutip Rabu (17/6).
ππ
Wacana MBG distop, yang ngamuk:
– Siswa β
– Orang tua siswa β
– Guru β
– Dapur SPPG β
– Yayasan yang punya SPPG β
– BGN β
– Pejabat β
– Presiden βJadi program MBG ini buat siapa??? https://t.co/8UGxFBrLOv
β Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) June 17, 2026
Seperti diketahui, tuntutan penghentian MBG sebelumnya disuarakan para mahasiswa dalam aksi demonstrasi bertajuk βMenuju Indonesia Bangkrutβ pekan lalu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menilai pro-kontra dalam kebijakan pemerintah, termasuk MBG, merupakan hal yang wajar terjadi di masyarakat. Ia menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menjalankan perintah dari kepala negara.
“Kami kan diangkat untuk menjalankan perintah. Itu saja. Bahwa masyarakat pro-kontra dan sebagainya itu hal yang memang wajar, ya, di dalam negara demokrasi,β kata Arumsari setelah menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Senin (15/6).