Kader PDIP Blak-Blakan Bongkar Skenario Rahasia: Ada Kekuatan Politik Besar Ingin Prabowo Segera Tumbang!

RAKYATDAILY.COM – Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean punya analisisi serius terkait berbagai tekanan politik yang belakangan diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dikatakan Ferdinand, upaya untuk melemahkan bahkan melengserkan kekuasaan Prabowo bukan disebabkan oleh kegagalan pemerintahan, melainkan karena sikap Prabowo yang dinilai tidak mau berkompromi dengan kepentingan oligarki.

Ia menilai ada kekuatan politik tertentu yang tidak nyaman dengan arah kebijakan pemerintahan saat ini. Karena itu, berbagai upaya untuk menyerang legitimasi pemerintahan Prabowo terus bermunculan.

Ada Kekuatan Politik yang Ingin Akhiri Kekuasaan Prabowo

Blak-blakan, Ferdinand mempertanyakan alasan di balik munculnya berbagai gerakan yang dianggap berupaya menggoyang pemerintahan Prabowo.

“Kalian paham atau tidak, mengapa ada kekuatan politik yang ingin melengsarkan Prabowo dan ingin segera mengakhiri kekuasaan Prabowo Subianto,” ujar Ferdinand, Jumat (19/6/2026).

Menurut Ferdinand, alasan tersebut bukan karena Prabowo melakukan pelanggaran hukum atau menyalahgunakan kekuasaan.

“Bukan karena Prabowo melakukan kejahatan, bukan karena Prabowo korupsi, dan bukan karena Prabowo menyiksa rakyatnya,” sebutnya.

Ferdinand kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kelompok yang selama ini disebutnya menikmati keuntungan dari kedekatan dengan kekuasaan.

Baginya, Prabowo justru mendapat perlawanan karena tidak mau berkolusi dengan kelompok-kelompok tertentu.

“Tetapi karena Prabowo tidak mau berkolusi dengan oligarki, tidak mau berkolusi dengan para begal-begal APBN selama ini,” Ferdinand menuturkan.

“Tidak mau berkolusi dengan para maling-maling sumber daya alam kita selama ini, dan tidak mau menjadi antek oligarki,” tambahnya.

Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan pemerintahan sebelumnya yang menurutnya memberikan ruang bagi kelompok tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

“Berbeda dengan kekuasaan masa lalu. Kekuasaan masa lalu nyaman beternak begal APBN, nyaman beternak maling,” sesalnya.

“Kekuasaan masa lalu nyaman beternak maling sumber daya mineral, dan menjadi antek oligarki lokal maupun antek oligarki asing,” sambung dia.

Klaim Prabowo Tidak Disukai Kelompok Tertentu

Lebih lanjut, Ferdinand menilai sikap Prabowo yang tidak mau mengikuti pola kekuasaan lama menjadi alasan utama mengapa sebagian kelompok tidak menyukainya.

“Inilah sumber persoalannya. Prabowo tidak disukai oleh mereka. Prabowo dibenci oleh mereka karena tidak mau diajak bermain bersama lagi seperti penguasa zaman lalu. Mereka tidak suka ketika kekuasaan mereka tidak lagi mendominasi perjalanan bangsa. Inilah persoalannya,” terangnya.

Dalam pandangannya, sejumlah program unggulan pemerintahan Prabowo menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.

“Karena kalau kita lihat kebijakan Prabowo. MBG itu pro-rakyat. KOPDES itu pro-rakyat,” imbuhnya.

Ferdinand mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya memiliki orientasi kerakyatan.

“Memang kita akui di dalam pelaksanaannya ada saja pejabat-pejabat kita yang brengsek, yang menggunakan kesempatan ini untuk menjadi maling,” timpalnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan dalam pelaksanaan program-program tersebut.

“Tetapi dari idenya, gagasannya, kebijakannya, ini adalah kebijakan untuk rakyat,” tegasnya.

Tuding Ada Kolusi antara Oligarki dan Mantan Penguasa

Ferdinand juga melontarkan tudingan bahwa terdapat upaya kolaborasi antara kelompok oligarki dan pihak yang pernah berada di lingkaran kekuasaan untuk mengakhiri pemerintahan Prabowo.

“Nah ini tidak disukai oleh para kaum oligarki. Mereka ingin terus menjadi begal APBN, menjadi maling sumber daya mineral, dan menjadikan oligarki berkuasa atas kita,” ucapnya.

Kata Ferdinand, kelompok yang disebutnya ingin menggoyang pemerintahan saat ini berani melangkah karena telah memiliki figur yang secara konstitusional dapat menggantikan Presiden apabila terjadi pergantian kekuasaan.

“Mengapa mereka nekat untuk itu? Karena mereka sekarang punya pion yang secara konstitusi akan menggantikan Prabowo kalau Prabowo dilengserkan,” terangnya.

Namun Ferdinand tidak menjelaskan lebih jauh siapa sosok yang dimaksud dalam pernyataannya tersebut.

Lebih jauh, Ferdinand mengajak masyarakat untuk menentukan posisi politiknya secara jelas.

Ia mempertanyakan apakah publik akan mendukung kebijakan yang disebutnya pro-rakyat atau justru berpihak kepada kelompok yang selama ini dituding menikmati keuntungan dari kekuasaan.

“Jadi harus paham di sini, di mana letak perjuangan kalian, di mana letak posisi politik kalian. Mau berpihak kepada kebijakan yang prorakan, atau berpihak kepada para oligarki dan begal APBN, maling sumber daya mineral masa lalu,” tegas dia.

Ferdinand juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu yang menurutnya berpotensi menunggangi kritik terhadap pemerintah.

“Saya ingin tahu di mana patriotisme nasionalisme kalian terhadap bangsa ini. Jangan kalian merasa berharap ketika teriak-teriak melawan penguasa. Padahal kalian diperharap ditunggangi oleh kepentingan oleh oligarki. Pakai otak semua,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel Terkait