RAKYATDAILY.COM – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menyentil Presiden Prabowo Subianto karena tidak hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7) 2026 di Prancis.
Padahal, kata Henri, selama ini Prabowo disebut-sebut dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
“Kenapa Presiden kita, Prabowo, yang katanya dekat dengan Trump dan Macron malah tidak diundang hadir di Prancis?” kata Henri, dikutip dari unggahannya di X, Kamis (18/6/2026).
Di sisi lain, Henri menyebut yang hadir justru Presiden India dan Presiden Ukraina.
“Padahal Pak Prabowo sering datang ke tempat Macron, bahkan merayakan ultah sang Sekretaris Kabinet pun di Paris,” ucapnya.
Ia kemudian berspekulasi apakah Prabowo tidak hadir karena mulai mendengar kritik publik.
“Atau Presiden mulai mendengarkan kritikan terkait seringnya jalan ke luar negeri hingga bikin dia enggak berangkat?” ujarnya.
👇👇
Kenapa Presiden kita Prabowo yg katanya dekat dengan Trump dan Makron malah tidak diundang hadir di Perancis? Malah Presiden India dan Ukraina yg nampak ikut hadir disana. Padahal pak Prabowo sering datang ke tempat Makron, bahkan merayakan ultah sang Sekretaris Kabinetpun di… https://t.co/fix7iWUCHb
Baca Juga:— Henri Subiakto (@henrysubiakto) June 17, 2026
KTT Kelompok Tujuh (G7) tahun 2026 digelar di Évian-les-Bains, Prancis, pada 15–17 Juni 2026.
Pertemuan tahunan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebagai tuan rumah sekaligus pemegang presidensi G7 tahun ini.
KTT G7 merupakan forum yang mempertemukan para pemimpin tujuh negara dengan perekonomian maju.
Anggotanya terdiri atas Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, dan Britania Raya, serta diikuti oleh perwakilan Uni Eropa.
Selain negara anggota, Prancis juga mengundang sejumlah negara mitra untuk mengikuti beberapa sesi pembahasan.
Di antaranya India, Brasil, Australia, Afrika Selatan, Meksiko, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.
Sejumlah pemimpin dunia menghadiri pertemuan tersebut.
Mereka antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dari pihak Uni Eropa, hadir Presiden Dewan Eropa António Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
Keduanya mewakili Uni Eropa dalam berbagai agenda pembahasan.
Agenda utama KTT G7 tahun ini berfokus pada berbagai tantangan geopolitik global.
Isu yang dibahas meliputi perang Rusia-Ukraina, konflik di Timur Tengah, keamanan internasional, hingga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Selain isu keamanan, para pemimpin juga membahas kondisi ekonomi global.
Fokus diskusi mencakup perdagangan internasional, ketahanan rantai pasok, inflasi, investasi, dan penguatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut menjadi salah satu agenda penting.
Prancis mendorong pembahasan mengenai tata kelola AI, keamanan digital, perlindungan anak di ruang siber, serta pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Dalam rangkaian KTT, para pemimpin G7 juga menggelar dialog dengan pelaku industri teknologi global.
Sejumlah pimpinan perusahaan AI dan teknologi diundang untuk memberikan pandangan mengenai perkembangan inovasi digital dan tantangan regulasinya.
Melalui KTT G7 2026, Prancis berharap dapat memperkuat kerja sama negara-negara maju dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Pertemuan ini juga diharapkan menghasilkan kesepakatan bersama mengenai keamanan, ekonomi, perubahan iklim, hingga pengembangan teknologi yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat dunia.
Sumber: Fajar