RAKYATDAILY.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda ikut menanggapi klaim mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mengaku menemukan alat pelacak di mobilnya.
Alih-alih percaya, Abu Janda justru menilai narasi tersebut tidak masuk akal jika dikaitkan dengan metode pemantauan yang digunakan lembaga intelijen dan aparat penegak hukum saat ini.
Ia bahkan menyebut masih banyak masyarakat yang mudah percaya dengan informasi semacam itu.
Dikatakan Abu Janda, penggunaan perangkat GPS yang dipasang secara fisik di kendaraan bukan lagi metode yang lazim digunakan pada era sekarang.
“Buat orang-orang tolol yang masih percaya berita kayak gini, sini gue jelasin,” ujar Abu Janda, Kamis (18/6/2026).
Ia menerangkan bahwa lembaga seperti kepolisian maupun badan intelijen telah meninggalkan cara-cara lama yang mengandalkan perangkat keras untuk melacak seseorang.
“Tim Cyber Polri sama BIN, Badan Intelijen Indonesia, udah nggak pake lagi alat jadul yang dipasang di mobil untuk lacak GPS orang yang kayak gini,” Abu Janda menuturkan.
“Emangnya film James Bond tahun 80-an? Goblok bener dah,” tambahnya.
Abu Janda menekankan, teknologi pemantauan saat ini telah beralih ke sistem berbasis perangkat lunak.
“Sekarang udah nggak jaman alat hardware kayak gini, bos. Sekarang udah jaman spyware,” imbuhnya.
Blak-blakan, Abu Janda menguraikan apa yang ia sebut sebagai spyware, yakni perangkat lunak yang menurutnya mampu mengakses ponsel target dari jarak jauh tanpa harus memasang alat pelacak secara fisik.
“Spyware itu adalah software yang bisa invasi ke handphone lo dari jauh. Nggak perlu repot-repot nguntit lo dan pasang alat di mobil kayak gini,” terangnya.
Ia kemudian menyebut tiga nama spyware yang menurutnya telah dikenal luas dalam dunia siber.
Abu Janda pertama kali menyinggung Pegasus yang selama ini dikenal sebagai spyware asal Israel.
“Pertama namanya Pegasus. Software bikinan Israel ini cukup kirim spyware lewat SMS atau ke WhatsApp lo. Lo klik, lo baca, selesai,” imbuhnya.
“HP lo bisa dilacak posisi GPS meskipun lo matiin HP dan cabut SIM card,” sambung dia.
Selain Pegasus, ia juga menyebut Predator yang diklaim beroperasi dari Hungaria.
“Kedua namanya Predator. Bikinan inteleksia community yang beroperasi di Hungaria. Ini software bisa invasi HP lo dari jauh dan bikin HP lo memancar,” terangnya.
Nama lain yang disebut Abu Janda adalah Kandiru. Software ini juga merupakan bikinan Israel.
“Yang kirim spyware ke HP lo dan bisa lacak posisi GPS lo meskipun HP lo dimatiin dan cabut SIM cardnya,” imbuhnya.
Lebih jauh, Abu Janda mempertanyakan logika penggunaan alat pelacak fisik di mobil jika teknologi yang lebih canggih telah tersedia selama bertahun-tahun.
“Tiga teknologi spyware ini sudah ada 10 tahun lalu dan bisa dibeli siapa saja termasuk oleh Cyber Polri dan BIN,” tandasnya.
“Ngapain pake naruh alat hardware di mobil kayak orang tolol? Mungkin bener emang rata-rata IQ orang Indonesia tuh 78 kali ya. Karena masih banyak orang tolol percaya berita sampah kayak gini,” kuncinya.
Sumber: Fajar