DEMOCRAZY.ID – Sekitar 250 orang yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer, Malioboro, Jumat (19/6/2026).
Mereka menyuarakan penolakan terhadap wacana pembubaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.
Di antaranya bertuliskan “MBG Bermanfaat” serta “Sistem Rusak Bisa Diperbaiki, Hilang Pekerjaan Kemana Harus Dicari”.
Koordinator Lapangan aksi, Raihan Evan, mengatakan pihaknya membawa tiga tuntutan utama.
Pertama, mendukung penuh keberlanjutan Program MBG.
Kedua, mendesak pemerintah menindak tegas pelaku korupsi tanpa pandang bulu. Ketiga, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan nasional.
“Kami hanya ingin Program MBG tetap berjalan. Selama ini para relawan mendapatkan penghasilan dari program ini dan itu menghidupi banyak keluarga. Ada yang sebelumnya kesulitan membiayai sekolah anak, sekarang bisa. Kebutuhan sehari-hari seperti sembako juga sangat terbantu,” ujar Raihan di sela aksi.
Menurutnya, Program MBG telah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta saja, kata dia, terdapat sekitar 16 ribu relawan yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.
“Di Jogja sendiri ada sekitar 16 ribu relawan yang siap bekerja dalam Program MBG. Bagi kami yang berada di lapangan, inilah sumber penghasilan. Banyak yang memiliki keterbatasan usia maupun tingkat pendidikan sehingga tidak mudah mencari pekerjaan di tempat lain,” ungkapnya.
Selain meminta program tetap dilanjutkan, massa aksi juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.
“Yang kedua, kami meminta keadilan. Koruptor harus segera diproses dan dipenjara,” tegas Raihan.
Ia berharap pemerintah tetap melanjutkan Program MBG sembari melakukan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya, bukan menghentikan program secara keseluruhan.
Raihan juga mengingatkan bahwa apabila pemerintah memutuskan membubarkan Program MBG, gelombang aksi penolakan dipastikan akan kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Kalau program ini benar-benar dibubarkan, massa yang turun nanti akan jauh lebih besar,” pungkasnya.
Sumber: Herald