RAKYATDAILY.COM – Sorotan publik kini tengah tertuju pada sosok Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru milik politisi PAN ini mendadak ramai dibahas lantaran angkanya yang melesat sangat signifikan semenjak ia menduduki kursi barunya di pemerintahan pusat.
Berdasarkan data yang diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), putri dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tersebut kini mengantongi total kekayaan bersih yang nilainya sangat fantastis.
“Berdasarkan data LHKPN yang disampaikan pada 26 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, total kekayaan Zita mencapai Rp 109.325.511.209,” demikian bunyi data dokumen pelaporan finansial tersebut.
Lonjakan aset bernilai miliaran ini sebagian besar ditopang oleh kepemilikan sektor properti yang tersebar di beberapa daerah strategis.
Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini tercatat menguasai delapan bidang tanah dan bangunan mewah yang lokasinya berada di Kota Depok, Lampung Selatan, hingga area Jakarta Timur dengan estimasi total nilai pasar menyentuh Rp52,2 miliar.
Tak hanya properti, isi garasi rumahnya pun terbilang mentereng. Zita melaporkan kepemilikan sejumlah unit kendaraan premium.
Mulai dari dua unit Toyota Alphard lansiran 2014 dan 2021, satu unit SUV premium Lexus LM350 tahun 2023, hingga satu unit sepeda motor Honda keluaran 2017, yang jika ditotal nilainya mencapai Rp4,4 miliar.
Jika ditarik garis waktu ke belakang, grafik pertumbuhan finansial Zita terbilang sangat progresif.
Saat pertama kali menyetor LHKPN sebagai Utusan Khusus Presiden pada Januari 2025 lalu, investasinya baru berada di angka Rp89,7 miliar.
Artinya, ada peningkatan bersih sekitar Rp19,57 miliar dalam kurun setahun terakhir.
Angka ini akan terlihat jauh lebih kontras jika dibandingkan dengan masa baktinya di legislatif daerah pada akhir 2024 lalu yang kala itu masih berada di angka Rp47,6 miliar.
Jika diakumulasikan, pundi-pundi kekayaannya melonjak lebih dari Rp61 miliar semenjak ia berpindah tugas ke lingkaran istana.
Sumber: Konteks