RAKYATDAILY.COM – Langkah safari politik yang belakangan gencar dilakukan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menuai kritik tajam dari berbagai kalangan oposisi.
Safari yang dinilai banyak pihak sebagai upaya dini untuk menjajakan sang putra sulung, Gibran Rakabuming Raka, menuju kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 itu diprediksi bakal menemui jalan buntu.
Pandangan skeptis tersebut salah satunya dilontarkan oleh tokoh reformasi sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Ummat, Amien Rais.
Melalui sebuah unggahan video di kanal YouTube resminya, Amien Rais Official, mantan Ketua MPR RI ini secara blak-blakan menyebut bahwa strategi politik Jokowi tidak akan lagi mempan di masa depan.
“Jokowi menjajakan Gibran pada Pilpres dan Pilwapres 2029 tidak bakalan laku,” ujar Amien Rais tegas, dikutip pada Kamis (9/7/2026).
Amien Rais menilai, ambisi Jokowi untuk tetap memegang kendali atau kembali melakukan cawe-cawe pada pesta demokrasi tahun 2029 hanyalah sebuah khayalan yang tidak berdasar pada realitas politik masa depan.
Ia bahkan menggunakan analogi kebudayaan Jawa untuk menggambarkan situasi tersebut sebagai “angan-angan Mbilung”.
Dalam khazanah pewayangan Jawa, Mbilung atau Sarawita dikenal sebagai salah satu tokoh punakawan yang berada di kubu antagonis.
“Dalam dunia perwayangan, Mbilung satu punakawan yang membela Togok sang pembela kejahatan,” tutur Amien menjelaskan filosofi di balik sindirannya.
Melalui analogi ini, Amien seolah ingin menegaskan bahwa narasi politik yang dibangun oleh kubu Jokowi tidak lagi mendapat tempat atau simpati di hati masyarakat luas yang kian kritis.
Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini memperkirakan bahwa pengaruh politik keluarga Jokowi atau yang sering disebut sebagai “Dinasti Jokowi” akan menemui titik akhir pada tahun 2029 mendatang.
Bahkan, Amien tidak menutup kemungkinan bahwa keruntuhan pengaruh politik tersebut bisa terjadi jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.
Meskipun demikian, Amien menyadari bahwa dinamika politik tanah air selalu penuh dengan ketidakpastian, dan segala prediksi manusia tetap tunduk pada kehendak Yang Maha Kuasa.
“Tidak ada yang tahu nasib manusia kecuali Allah SWT,” pungkasnya menutup pernyataan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Joko Widodo maupun perwakilan dari Gibran Rakabuming Raka terkait kritik dan prediksi politik yang disampaikan oleh Partai Ummat tersebut.