Geger Pengamat Sebut Jokowi Terus Lakukan Tindakan Frustrasi: Hasil Manuver Politiknya Nol Besar!

RAKYATDAILY.COM — Rentetan langkah dan manuver politik yang belakangan gencar dilakukan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak akan membuahkan hasil signifikan.

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, menyebut berbagai aksi tersebut justru mempertegas tanda-tanda kepanikan dan kecemasan tingkat tinggi di lingkaran mantan kepala negara tersebut.

Dalam analisisnya yang lugas, Sobary mengibaratkan deretan manuver politik Jokowi belakangan ini sebagai bentuk frustrasi akut yang pada akhirnya hanya akan berujung pada kekosongan atau big zero.

“Silakan terus melakukan tindakan-tindakan penuh kecemasan itu. Lakukan tindakan-tindakan frustrasi itu terus-menerus untuk membuktikan bahwa di ujung perjalanan, di akhir semua tindakan itu semuanya adalah big zero,” tegas Sobary dalam tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (28/7/2026).

Dari Menginjak Kepala Kerbau Hingga Gempur Kandang Banteng

Sebagaimana diketahui, publik belakangan disuguhi beragam aksi blusukan Jokowi ke sejumlah daerah.

Salah satu momen yang memantik kehebohan adalah saat mantan Wali Kota Solo tersebut menghadiri seremoni adat di Provinsi Lampung, di mana ia sempat menginjak kepala kerbau—sebuah gestur simbolis yang oleh publik dan pengamat langsung dikait-kaitkan dengan kritik terhadap PDI Perjuangan.

Tak berhenti di situ, Jokowi juga kedapatan turun gunung mendampingi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan giat blusukan di wilayah Jawa Tengah, kawasan yang selama ini dikenal kuat sebagai basis utama massa Banteng.

Tanpa Nilai Tambah: “Bukan Meaningful, tapi Meaninglessness”

Namun, alih-alih memberikan imbal deviden politik atau memperkuat cengkeraman pengaruhnya, Sobary menilai seluruh manuver lapangan tersebut tidak membawa keuntungan apa pun bagi Jokowi maupun kelompoknya.

Ia menegaskan bahwa langkah politik yang didasari rasa cemas tidak akan pernah melahirkan pengaruh yang substansial di mata publik maupun konstelasi elite.

“Seluruh tindakan Jokowi itu akan berakhir menjadi big zero. Bukan meaningful, bukan meaningful. Itu meaninglessness. Meaninglessness secara apa pun, secara politik enggak dapat apa-apa,” pukas Sobary menutup pandangannya.

Artikel Terkait