Refly Harun Skakmat Jokowi: Ngapain Mengkriminalkan Orang Kalau Ijazah Memang Asli?

RAKYATDAILY.COM – Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazahnya kepada publik apabila meyakini dokumen tersebut asli.

Menurut Refly, langkah tersebut dapat mengakhiri polemik yang selama ini terus bergulir sekaligus menghindari proses hukum terhadap pihak-pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah tersebut.

Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah

Refly menilai penyelesaian paling sederhana atas polemik tersebut adalah dengan membuka dokumen yang dipersoalkan kepada publik.

“Iya, kepada Pak Jokowi ya. Kalau misalnya Anda yakin bahwa ijazah Anda itu adalah asli, tunjukkan,” ujar Refly, Jumat (31/7/2026).

Ia kemudian mempertanyakan langkah hukum yang ditempuh terhadap pihak-pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah tersebut.

“Ngapain Anda kemudian mau mengkriminalkan, membuat orang lain di penjara. Itu artinya Anda pendendam, kan begitu,” ucapnya.

Refly juga menyampaikan pandangannya apabila di kemudian hari ijazah tersebut terbukti tidak asli.

“Tapi kalau ijazah Anda palsu, dan saya yakin, dan kami yakin bahwa berdasarkan penelitian yang ada memang palsu, ya segeralah minta maaf,” katanya.

Ia menilai persoalan tersebut pada akhirnya akan terungkap dan berpotensi menjadi catatan sejarah.

“Karena sooner or later itu akan ketahuan dan akan menjadi sebuah cacat sejarah,” imbuhnya.

Berharap Polemik Segera Berakhir

Refly berharap polemik mengenai ijazah Jokowi tidak terus memecah belah masyarakat. Menurutnya, kepastian mengenai persoalan tersebut akan mengakhiri perdebatan yang berkepanjangan.

“Jadi, dengan demikian, anak-anak bangsa tidak terpecah lagi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pihak-pihak yang selama ini membela Jokowi dalam polemik tersebut.

“Ini kan kasihan tuh, anak-anak bangsa yang terpaksa membela Anda, kalau kebetulan ijazah Anda memang palsu,” ujar Refly.

“Mereka terpaksa meng-cover up. Seorang lawyer sudah jadi tidak profesional lagi, bukan lagi bekerja secara profesional, tetapi bekerja barangkali tidak tahu demi apa,” lanjutnya.

Klaim Tim Bekerja Tanpa Bayaran

Refly menegaskan dirinya bersama tim yang mendampingi Roy Suryo tidak menerima bayaran dalam upaya yang mereka lakukan.

“Kalau kami jelas, ini bagi kami perjuangan. Tidak ada kami yang satu pun dibayar. Bahkan kami bergotong royong untuk mengeluarkan uang dalam kegiatan kami,” katanya.

Ia mengaku seluruh biaya perjalanan untuk menghadiri berbagai agenda hukum ditanggung secara pribadi.

“Saya misalnya di citizen lawsuit di Solo, kalau saya hadir ongkos sendiri. Boro-boro saya minta honor. Kalau naik pesawat, ya pakai biaya sendiri. Itulah yang namanya makna perjuangan,” tuturnya.

Refly menegaskan, upaya yang mereka lakukan semata-mata untuk mencari kebenaran dan keadilan.

“Kita memperjuangkan kebenaran dan keadilan dengan segala risiko yang dihadapi, termasuk juga pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya,” pungkasnya.

Artikel Terkait